Jumat, 13 April 2012

Review Film "BIBIR MER (1991); Black Comedy cerdas dari Arifin C Noer"

 
 BIBIR MER (1991)
Jenis Film : Drama - Komedi Hitam

Sutradara : Arifin C Noer
Cerita / Skenario : Arifin C Noer
Penata Musik : Embie C Noer
Penata Artistik : Iri Supit
Penyunting Gambar : Karsono Hadi
Penata Suara : Zakaria Rasyid
Penata Kamera : M Soleh Ruslani
 
Pemain 
Bella Esperance
Tio Pakusadewo
Jajang C Noer
Galeb Husein
 Drg Fadly
Imam S Wungkul
Auk Murat
 
Sinopsis
Kecewa pada kekasihnya, Jodi (Tio Pakusadewo), Maria (Bella Esperance Lee) menjajakan bibirnya (kepandaiannya bicara) sebagai pelayan sebuah salon, hingga banyak yang antre. Mbak Yani (Jajang C Noer), pemilik salon yang berusia setengah baya, memiliki hubungan sangat luas di kalangan atas. Ia juga sangat menyayangi Maria. Diam-diam mbak Yani punya hubungan khusus dengan seorang pengusaha besar, Lukito. Dengan berjalannya kisah, mulai terbongkar hubungan antartokoh tadi. Maria ternyata anak mbak Yani dengan Lukito.

Prestasi

1. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Pemeran Pembantu Wanita Terbaik (Jajang C Noer)
2. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Penyuntingan Gambar Terbaik (Karsono Hadi)
3. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Film 
4. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Sutradara 
5. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Pemeran Utama Wanita (Bella Esperance)
6. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Cerita (Arifin C Noer)
7. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Skenario (Arifin C Noer)
8. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Tata Kamera (M Soleh Ruslani)
9. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Tata Suara (Zakaria Rasyid)
10. Festival Film Indonesia 1992 (Piala Citra), Nominasi Tata Artistik (Iri Supit)

Review

Film Bibir Mer, karya bioskop terakhir dari maestro Arifin C Noer, merupakan film drama yang unik. Dalam karya terakhirnya, Arifin C Noer membuat film yang agak sedikit berbeda dengan film-film karya Arifin sebelumnya, yang temanya cukup berat. Film ini berjenis drama yang juga cenderung ke black comedy. Film yang cukup jarang ditemui di Indonesia. dari judulnya, film ini memberikan misteri bagi penonton. Siapa sebenarnya "Mer" itu? Tidak dijelaskan secara eksplisit, siapa sebenarnya Mer itu. Arifin C Noer memberikan pilihan kepada penonton, untuk mengartikan sendiri siapa Mer itu dan apa maksud dari Bibir Mer itu. Tokoh utama dalam film ini bernama Maryati, tapi saya yakin bahwa maksud judul ini bukan bibir Maryati.

Karena judul dan poster film yang menampilkan pose seksi Bella Esperance, bukan berarti film ini film yang mengumbar sensualitas. Salah besar. Film ini justru memerlukan logika penonton, dan penonton diharuskan berpikir keras dalam memahami maksud film ini. Dialog-dialog antar tokoh, yang terdengar sindiran, juga mengandung maksud tertentu. Skenario yang ditulis Arifin C Noer membuat film ini bukanlah film ringan. Dalam film ini, istilah "Bibir" sangat ditekankan, dan istilah "Bibir" ini adalah kunci dari jawaban, apa maksud film ini. Ciri khas dari Arifin C Noer.


Adegan film Bibir Mer
 
Untuk pemeranan, Bella Esperance sebagai pemeran utama, bermain sangat baik. Sangat terlihat, Bella begitu maksimal dalam karakter Maryati. Bella dapat memerankan sosok Maryati, tokoh yang tidak terlihat pintar, tapi sebenarnya dia adalah orang yang sangat jenius, Jajang C Noer, dalam film ini juga bermain mengagumkan. Sosok Mbak Yani yang terlihat 'misterius', cukup mengundang perhatian penonton untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada  Mbak Yani. Pemain-pemain lain seperti Galeb Husein, Drg. Fadly, dan Tio Pakusadewo juga bermain baik. Semua pemain memiliki intrik dan konflik masing-masing yang intinya dialog mereka, berkaitan dengan bibir-bibir mereka sendiri.


Bibir Mer, film yang mungkin memiliki arti bahwa bibir orang-orang di Indonesia, yang pandai mengoceh, menjilat dan mengecap sana sini. Untuk detail film ini, film ini secara keseluruhan baik. Tata kamera yang berhasil menyorot adegan-adegan 'penting', kemudian tata artistik khas kota metropolitan Jakarta, Gambar yang rapi dan jernih serta dialog yang cerdas, menjadikan film ini menjadi salah satu film terbaik karya Arifin C Noer, dan saya berani mengatakan bahwa Bibir Mer adalah salah satu film terbaik di negeri ini. Tak sekedar berkualitas dari segala aspek, film ini juga unik, memiliki konsep. Film ini meraih 10 nominasi FFI 1992, dan meraih 2 Piala Citra untuk pemeran pembantu wanita terbaik (Jajang C Noer) dan penyuntingan gambar terbaik. Film dengan dialog cerdas khas black comedy, mengingatkan saya pada film Hollywood, karya Robert Altman, Gosford Park (2001). Film ini saya rekomendasikan  sebagai film yang sangat layak tonton, karena film ini cerdas dan jarang ditemui. Salah satu masterpiece Arifin C Noer.

Trivia

  • Film ini dapat diakses dari Sinematek Indonesia
  • Semula, calon pemeran Mbak Yani adalah Titiek Puspa, Widyawati, dan Tatiek Wardiono. Tapi akhirnya Arifin C Noer memilih sang istri, Jajang C Noer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar