Minggu, 22 April 2012

10 Film Anak-anak Klasik

Jarangnya film anak-anak masa kini, membuat kita terkenang dengan film-film anak-anak klasik yang dulu menjadi tontonan yang menghibur dan cocok untuk ditonton bagi anak-anak. Berikut film-film anak klasik yang terkenang hingga kini :


1. Ira Maya Anak Tiri  (Eduard Pesta Sirait, 1979)



Penyanyi cilik populer Ira Maya Sopha, kembali main film, bukan sebagai cinderella, tetapi sebagai anak tiri yang mengalami konflik dalam keluarganya. Film ini cukup populer dan mendapat tempat di hati masyarakat. Didukung pula oleh pemain senior Drg Fadly,  dan Tutie Kirana. Akting Ira Maya Sopha yang natural, mendapat nominasi pertama di FFI 1980 untuk pemeran utama wanita.

2. Si Boneka Kayu, Pinokio (Willy Wilianto, 1979)




Adaptasi dari cerita populer di barat, film ini juga menceritakan seorang pembuat boneka kayu yang mendambakan anak. Pinokio sendiri, diperankan Ateng. Cerita dan konflik yang sama seperti cerita aslinya, tetap menjadikan film ini film yang cukup baik. Film ini menghibur, dengan setting dan kostum yang mendukung, dan tentunya permainan akting para pemain yang tidak asal-asalan. 


3. Harmonikaku (Arifin C Noer, 1979)



Setelah membuat film drama, Arifin C Noer membuat film bertema anak-anak. Langkahnya pun sukses, film Harmonikaku, merupakan salah satu film anak-anak terbaik. Arifin C Noer mengangkat tema berbeda dari film anak-anak lain yang sedang booming di masa itu. Tidak berdasarkan dongeng atau adaptasi cerita barat, film ini asli tentang cerita anak Indonesia dengan kelucuan, kenakalan, dan polosnya khas anak-anak. Konflknya oun mengalir dengan ringan, dengan diselipkan gejolak-gejolak batin yang kadang membuat haru dan tentunya berkesan. Meraih 3 Nominasi FFI 1980.

4. Si Badung (Imam Tantowi, 1989)



Film anak-anak terbaik dan Cerita Terbaik FFI 1989, dan meraih sejumlah nominasi di FFI 1989, karya Imam Tantowi ini adalah salah satu film anak-anak terbaik. Sekarang ada istilah bahwa "Berani Kotor itu Baik", sama perisi dengan inti film ini, bahwa kebadungan anak-anak adalah sama dengan kreativitas. Dengan menampilkan aktor veteran Mang Udel, yang dikenal selalu bermain dengan natural, kembali memerankan tokoh guru, sosok yang bersahaja. Pemikiran dan konsep pendidikan yang berbeda juga menjadi akar masalah dalam film ini. Cerdas, menghibur dan sangat layak bagi konsumsi anak-anak Indonesia.

5. Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya, 1973)


                                                    


Adaptasi dari novel karya Sjuman Tiasa. Sjuman Djaya berhasuil menerjemahkan novel ke dalam film dengan baik. Kisah hidup Si Doel (Rano Karno) dengan ayah dan ibunya (Benyamin S dan Tutie Kirana). Kemalangan hidup Doel kecil disajikan dengan tidak cengeng, namun tetap menampilkan kehidupan anak-anak yang bebas dan kesempatan untujk mengenyam bangku sekolah. Film ini juga kental dengan budaya khas Betawi.

6.  Djendral Kantjil (Nya' Abbas Akup, 1958)



Film laris yang menampilkan artis Achmad Albar saat masih 12 tahun. Nya Abbas Akup juga membuat film yang asli anak Indonesia, dengan egala kenakalan, keberanian dan keinginan bermain.

7.  Ira Maya Putri Cinderella (Willy Wilianto, 1981)



Lagi, film adaptasi cerita populer barat. Dan Ira Maya Sopha sebagai pemeran Cinderella. Film ini begitu populer di masa itu, dengan didukung oleh sanggar anak asuhan Maria Tanzil, film ini begitu lekat di hati anak-anak dan penonton film Indonesia. Cinderella pun identik dengan Ira Maya Sopha hingga kini. Cukup menghibur sebagai tontonan anak-anak.

8. Lima Sahabat (CM Nas, 1981)



Film anak-anak yang menggali kehidupan anak Indonesia, dengan latar belakang persahabatan, warna-warni masa sekolah, perayaan HUT Proklamasi RI dan tentunya kebebasan dan kenakalan khas anak-anak yang tidak di dramatisir. 

9. Langitku Rumahku (Slamet Rahardjo Djarot, 1989)




Sebuah film drama anak-anak yang dibuat sineas yang biasa membuat film-film drama berat, Slamet Rahardjo Djarot. Kisah persahabatan dua anak yang berbeda latar belakang ekonomi, dikemas dengan konflik yang mengalir dengan wajar. Cerita film ini juga dibumbui dengan sifat khas anak-anak yang punya rasa ingin tahu yang besar dan kepolosan mereka. Menampilkan Banyu Biru cilik, Soenaryo, Pietrajaya Burnama dan Suparmi. Meraih banyak penghargaan di ajang Piala Citra FFI 1990, dan Festival Film Bandung 1991.

10. Nakalnya Anak-anak (Susilo SWD, 1980)



Saduran dari film The Sound of Music, film ini menampilkan bintang-bintang cilik populer saat itu, Ira Maya Sopha, Ryan Hidayat, Dina Mariana, Kiki Amelia dan Ria Irawan . Keseluruhan film ini menghibur dengan kekhasan anak-anak. Kiki Amelia mendapat penghargaan khusus FFI 1981 sebagai pemain anak-anak terbaik.





1 komentar:

  1. Ada link tuk download Film2 diatas ngk??
    yang Cinderlela terutama
    :)

    BalasHapus