Sabtu, 21 April 2012

10 Film Klasik Berjiwa KARTINI


1. IBUNDA (Teguh Karya, 1986)



IBU adalah sosok Kartini dalam sebuah keluarga. Film terbaik FFI 1986 ini menggambarkan peran besar seorang ibu dalam membereskan masalah anak-anaknya yang dapat menghancurkan keluarga, dan seorang ibu yang menampung semua permasalahan anak-anaknya. Diperankan sangat baik olehaktris Tuti Indra Malaon, film ini salah satu film bertema perempuan terbaik sepanjang masa.

2. PONIRAH TERPIDANA (Slamet Rahardjo Djarot, 1983)



Sebuah bentuk atau pemikiran lain seorang Slamet Rahardjo Djarot mengenai budayapatriarki yang membelenggu kaum wanita. Film peraih sejumlah nominasi 10 FFI 1984 ini, bercerita tentang seorang perempuan bernama Trindil (Christine Hakim) yang mengasuh seorang anak yang dianggap sial oleh ayahnya. Trindil menjadi sosok perempuan perkasa yang tidak menyerah pada nasib, dan Ponirah sendiri adalah perempuan yang berjuang dengan label "pembawa sial" yang telah memidananya. 


3. INEM PELAYAN SEXY (Nya' Abbas Akup, 1977)



Nya Abbas Akup melakukan langkah besar dalam membuat film satir yang terkesan menjual sensualitas dan keseksian seorang wanita, namun ternyata ada pesan moral tentang wanita yang dapat menjadi sosok dominan, tak menyerah dan bergantung pada kaum laki-laki, dan tentunya sosok Inem menjadi sosok pembela kaum miskin.

4. TJOET NJA' DHIEN (Eros Djarot, 1987)



Tak dapat dipungkiri, bahwa film ini adalah salah satu film terbaik Indonesia sepanjang masa. Dari sudut feminis, film ini juga menggambarkan sosok seorang perempuan tangguh, yaitu pahlawan dari NAD, Tjoet Nja' Dhien. Tjoet Nja' Dhien , seorang pemimpin pasukan pejuang di Aceh melawan penjajah, yang tangguh dan pantang menyerah. Adegan yang paling menyentuh saat disaat-saat perjuangan terakhirnya, dalam kondisi yang payah, renta dan nyaris buta, Tjoet Nja Dhien masih berusaha sekuat tenaga melawan penjajah dengan rencongnya. Christine Hakim sangat berhasil memerankan sosok Tjoet Nja' Dhien, dan film ini memborong Piala Citra FFI 1988, salah satunya film terbaik.


5. RA KARTINI (Sjuman Djaya, 1982)



Film ini mengulas pemikiran lain seorang RA Kartini (diperankan bagus oleh Jenny Rachman), selain sebagai pejuang emansipasi wanita dan kesetaraan gender, Kartini juga menggagas isu kemeredekaan, serta mendorong adanya sebuah pergerakan nasional. Sjuman Djaya mengemasnya dalam film yang berdurasi cukup panjang, namun berhasil dalam menerjemahkan pola kehidupan kaum ningrat Jawa saat itu, dan dapat menggambarkan kompleksitas pemikiran seorang Kartini dengan latar kehidupannya yang bagai terpenjara dalam lingkungan kehidupan feodalisme, patriarki, dan
terjajah bangsa kolonial. Film peraih 8 nominasi FFI 1983.

6. DR. SITI PERTIWI KEMBALI KE DESA (Ami Prijono, 1979)



Sebuah kisah tentang pengabdian seorang dokter wanita (Christine Hakim) yang berdinas di daerah terpencil. Pengabdiannya itu dihalangi oleh banyak konflik dan intrik, yang menguji prinsip teguh profesinya sebagai seorang dokter dan kehidupan pribadinya. Karya Ami Prijono, yang meraih nominasi FFI 1981.

7. KADARWATI (Sophan Sophiaan, 1983)



Kadarwati (Joice Erna), seorang perempuan yang mengalami kesengsaraan dalam hidupnya di masa pendudukan Jepang. Nasibnya yang begitu malang, tak mematahkan semangat juangnya yang begitu membara. Ia turut berjuang secara gerilya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, meski nasibnya hidupnya tidak jelas.

8. TUJUH WANITA DALAM TUGAS RAHASIA (Mardali Syarief, 1983)



Laskar Wanita saat masa perjuangan bangsa Indonesia yang mengemban tugas rahasia untuk menyusup ke daerah sasaran. Berbagai halangan danterjal mereka hadapi dan menghadapai kelompok pemberontak. Sikap pantang menyerah dari para laskar wanita ini cukup menjadikan film ini sebagai film yang menggambarkan perempuan berjiwa tangguh.

9. SITI AKBARI (Othniel Wong dan Joshua Wong, 1939)


Seorang istri dan ibu rumah tangga juga merupakan profesi yang paling berharga di dunia ini. Dalam film ini, digambarkan sebuah kesetiaan seorang istri yang juga seorang perempuan. Siti Akbari (Roekiah) digambarkan sebagai istri yang tegar, setia dan juga tangguh dalam menghadapi konflik dan mempertahankan keluarganya.

10. GADIS MARATHON (Chaerul Umam, 1981)



Sebuah film yang menceritakan kisah seorang atlet perempuan (Jenny Rachman) yang berjuang gigih mengejar prestasi tinggi di cabang olahraga atletik. Salah satu film unik, karena mengangkat tema olahraga, dan yang menjadi tokoh sentralnya adalah seorang atlet perempuan. Film ini juga menjadi penggambaran bahwa perempuan dapat setara dengan laki-laki dalam capaian prestasi di bidang olaharaga. Meraih 3 nominasi FFI 1982, dan Piala Citra untuk Jenny Rachman.

1 komentar: