Selasa, 10 April 2012

PUTU WIJAYA "Sang Maestro Serba Bisa"

PUTU WIJAYA
Lahir : 11 April 1944

Karir :
-          Pimpinan Teater Mandiri, Jakarta (1971-sekarang)
-          Penulis Skenario film dan sinetron
-          Wartawan majalah Ekspres (1969), Majalah Tempo (1971-1979)
-          Dosen Teater Institut Kesenian Jakarta (1977-1980)
-          Redaktur Majalah Zaman (1979 -1985)

Karya skenario film :

-          Perawan Desa (1980)
-          Kembang Kertas (1984)
-          Dr. Karmila (1981)
-          Sepasang Merpati (1979)
-          Ramadhan dan Ramona (1992)
-          Telegram (1997)

Karya Novel :
-          Bila malam bertambah malam (1971)
-          Telegram (1972)
-          Stasiun (1977)
-          Pabrik (1976)
-          Keok (1978)
-          Sobat (1981)
-          Lima (1992)
-          Cas Cis Cus (1995)
-          Perang (1992)
-          Dar Der Dor (1996)
Karya sutradara film :
-          Cas Cis Cus, Sonata di Tengah Kota (1989)
-          Zig Zag, Anak Jalanan (1991)
-          Plong, Naik Daun (1991)

Prestasi :
-          Penulis Skenario Terbaik FFI 1980 (Perawan Desa), 1985 (Kembang Kertas), 1992 (Ramadhan dan Ramona)
-          Komedi Seri Terbaik, Piala Vidia FSI 1995
-          SEA Write Award 1980, Bangkok
-          Anugerah Seni Gubernur Bali, 1993
-          Pemenang Penulisan Novel IKAPI
-          Pemenang Penulisan Esai DKJ
-          Pemenang Penulisan Esai Kompas
-          Pemenang Penulisan Drama Safari
-          Pemenang Penulisan Novel dan Cerpen Femina, dan majalah Kartini
-          Hadiah Buku Terbaik Depdikbud
-          Nominasi Sutradara terbaik FFI 1990 (Cas Cis Cus) dan 1992 (Plong)

Profil

Putu Wijaya, seorang maestro sastra serba bisa. Putra asli Bali ini sejak kecil telah terbiasa dengan kegiatan membaca. Ia telah akrab dengan ilmu bahasa, sastra dan sejarah sejak kecil. Putu mulai menulis ketika duduk di bangku SMP. Tulisan pertamanya berbentuk sebuah cerita pendek dan dimuat di sebuah harian di bali. Minatnya pada sastra dan seni berkembang saat ia SMA, dan bergabung dengan Bengkel Teater Rendra di tahun 1967. Putu juga pernbah bergabung dengan teater Kecil, pimpinan Arifin C Noer. Tahun 1971, Putu wijaya mendirikan Teater Mandiri, dengan konsep “Bertolak dari yang ada”.

Bakat dan kemampuan Putu Wijaya dalam bidang penulisan, terbukti dengan 30 buah novel, 40 naskah drama, seribu lebih cerpen, ratusan esai, artikel lepas, dan kritik drama. Tulisannya juga dituangkan dalam skenario film dan sinetron. Skenario film Perawan Desa (1980), Kembang Kertas (1985), dan Ramadhan dan Ramona (1992) membuatnya meraih Piala citra sebagai penulis skenario terbaik. Untuk sinetron, karyanya, Dukun Palsu (1995) juga meraih penghargaan sebagai Drama Seri Komedi Terbaik Piala Vidia FSI 1995. Untuk bidang teater, Teater Mandiri yang ia dirikan telah mementaskan puluhan lakon di dalam amupun di luar negeri.

Putu wijaya juga punya bakat lain, yaitu sebagai seorang sutradara film. Beberapa film satir yang ia buat, terpuji secara kualitas dan komersial. Film Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota) di tahun 1990 menampilkan Lidya Kandou dan berhasil masuk nominasi FFI 1990. Dalam film ini, aktris Nani Somanegara berhasil menang di Festival Film Asia Pasifik sebagai “Best Supporting Actress”. Filmnya yang lain Zig Zag (Anak Jalanan) di tahun 1991 juga mendapatkan Piala Citra untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik, Rina Hassim. Karya selanjutnya, Plong (Naik Daun) berhasil menjadi komedi satir yang berkesan. Dengan menampilkan Cok Simbara dan Tarida Gloria, film ini adalah salah satu film komedi satir yang cerdas.

Tak Terhitung penghargaan yang pernah diterima seorang Putu Wijaya dalam dunia seni dan sastra. Ini adalah bukti sebuah komitmen serta tanggung jawab Putu Wijaya terhadap bidang yang ia pilih. Banyaknya bidang yang ia geluti, tidak membuat ia keteteran, tetapi semakin membuktikan bahwa Putu Wijaya adalah sastrawan dan seniman serba bisa. Seorang maestro dan salah satu putra terbaik yang dimiliki negeri ini.

Trivia
Putu Wijaya adalah seorang sastrawan, penulis skenario film, sinetron, penulis esai, cerpen, dan sutradara film

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar