Minggu, 15 April 2012

NANI SOMANEGARA "Sosok Aktris Sederhana Nan Bersahaja"



NANI SOMANEGARA
Lahir : 17 Juli 1937
Genre : Drama, Komedi Drama
Tahun Aktif : 1987 - sekarang

Quote :
"Teater adalah dunia saya"

Sederhana dan Bersahaja, itulah kesan pertama yang tercipta dari sosok seorang aktris Nani Somanegara. Aktris watak asal Bandung ini berasal dari dunia teater. Karir Nani Somanegara memang tercipta dari teater. Studiklub Teater Bandung (STB) adalah sanggar teater yang telah mengasah kemampuan aktingnya. Kemampuan aktingnya tidak diperoleh dari teori seni peran atau dramaturgi di sekolah formal.

Di tahun 1961, Nani Somanegara tampil dalam drama Paman Vanya karya Anton Chekhov, yang dipentaskan di Bandung. Dalam pementasan itu, Nani didera sakit batuk-batuk dan suaranya yang hampir hilang. Dalam keadaan seperti itu, tidak ada pemain pengganti, alhasil Nani pun tetap berusaha maksimal dan tetap bersikap profesional. Dalam babak tertentu, selesai ia mengucapkan dialog yang agak panjang, ia keluar dari panggung di luar skenario.  Ia lalu lari menuju ruang rias, hanya untuk batuk-batuk dan mengeluarkan dahaknya. Pada pementasan drama Romulus Agung karya F. Durrenmatt di tahun 1967, Nani Somanegara pun ikut tampil. Entah sudah berapa banyak pementasan drama STB yang ia ikuti sejak tahun 1958. Setiap ia ikut dalam produksi STB ia hanyalah pemain, sebab hanya itu yang mungkin ia tangani dengan sepenuhnya dan dengan kecintaan yang mendalam.
 Nani Somanegara dalam sebuah film televisi

Selain dunia teater, pada tahun 1987 Nani Somanegara pun pertama kali bermain film. Film pertamanya, Kasmaran, karya Slamet Rahardjo Djarot, dimana ia beradu akting dengan Ida Iasha, Dwi Yan, dan Ira Wibowo. Aktingnya yang begitu mencuri perhatian dalam film Cas Cis Cus, Sonata di Tengah Kota (1990) karya Putu Wijaya, tak disangka Nani Somanegara menang di Festival Film Asia Pasifik 1991, di Taipei, sebagai Best Supporting Actress. Lucunya, ia mengetahui kemenangannya dari teman-temannya, setelah media cetak menceritakannya, karena ia tidak ikut ke Taipei. 

Ibu dari 5 orang anak ini, juga tampil dalam sejumlah film televisi dan sinetron. Tahun 1996, Nani kembali disutradarai oleh Slamet Rahardjo Djarot dalam film televisi  nominasi Piala Vidia, Oh Ibu dan Ayah Selamat Pagi. Dalam FTV ini, Nani beradu akting dengan Titi DJ. Dua tahun kemudian, 1998, Nani Somanegara bermain di serial karya sutradara Jajang C Noer, Ibu, dan bermain bersama Rudi Salam, Dwi Yan, dan Reggy Lawalata. Peran Nani Somanegara juga diingat publik, saat bermain di sinetron laga, Singgasana Brama Kumbara dan Tutur Tinular, yang memberinya nominasi Piala Vidia tahun 1998.

Dalam usia yang dapat dikatakan sepuh, Nani Somanegara masih aktif dalam sejumlah serial televisi. Untuk layar lebar, Nani terakhir tampil dalam film Cintapuccino, karya Rudi Soedjarwo, tahun 2007.  Di sela-sela kesibukannya dalam suasana dan dunia yang jauh berbeda dengan dunia teater, yakni dunia film atau televisi,ia merasa tidak mau menin ggalkan panggung teater dengan STB-nya. Ia sering merasakan kerinduan pada panggung, karena itulah dunianya. Dunia film atau sinetron, identik dengan dunia yang gemerlap atau glamour, dan Nani yang telah masuk ke dalam dunia tersebut, tetap bersikap sederhana dan bersahaja, hal ini terlihat dari jarangnya tampil di depan publik, atau menghadiri acara-acara selebriti.

Suatu saat nanti, Nani Somanegara berkeinginan untuk kembali main di teater produksi STB, tempat ia dilahirkan sebagai seorang aktris watak. Sikap profesional yang ia curahkan pada dunia akting dan drama yang ia cintai, perlu dicontoh para aktor/aktris muda. Permainannya yang begitu matang dan berkesan, menjadikan Nani Somanegara salah satu aktris watak terbaik yang dimiliki negeri ini. Publik tetap mengingatnya sebagai sosok aktris yang sederhana nan bersahaja.

Filmografi :

Prestasi
  • Best Supporting Actress, Festival Film Asia Pasifik 1991 (Cas Cis Cus, Sonata di Tengah Kota)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1990, Pemeran Pembantu Wanita (Cas Cis Cus)
  • Nominasi Piala Vidia FSI 1998, Pemeran Pembantu Wanita - Drama Seri (Tutur Tinular)
  • Aktris Sinetron Terpuji, Festival Film Bandung 2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar