Selasa, 03 April 2012

Review Film "BIARKAN BULAN ITU (1986) - Karya Puitis Seorang Arifin C Noer


Jenis Film           : Drama


Sutradara            : Arifin C Noer
Cerita / Skenario : Arifin C Noer
Penata Kamera    : Adrian Susanto
Penata Artistik    : Hendro Tangkilisan
Penata Musik       : Embie C Noer
Penyunting          : Norman Benny
Penata Suara       : Zakaria Rasyid


Pemain


El Manik
Marissa Haque
Ikang Fawzi
Rima Melati
Aminah Tjendrakasih
Galeb Husein
HIM Damsyik
Ratno Timoer
Deliana Surawidjaja
Indra Widyawati

Quote
"Aku tahu mengapa masa kita ini adalah mimpi, tetapi biarlah, bagi ku mimpi itu indah seperti bulan"

Sinopsis

Dewi (Marissa Haque) memiliki persoalan cinta dengan pacar-pacarnya, lalu jatuh dalam dekapan bosnya, Dayan (El Manik) yang juga memiliki persoalan denagn dirinya sendiri setelah sukses menjadi pengusaha. Dokter Dayan mengatakan bahwa usianya tinggal beberapa bulan lagi. Tiba-tiba ia merasakan kekosongan dalam rumah tangganya, karena istrinya Anneke (Rima Melati) mempunyai kesibukan sendiri, dua orang anaknya sekolah di luar negeri dan anak yang paling kecil jarang tinggal di rumah, dan meninggal ketika bermain rulet Rusia. Dayan dan Dewi seolah mendapatkan saluran kebutuhan. Suasana berubah dengan munculnya Ferico (Ikang Fawzy), bekas teman sekolah Dewi. Ferico telah menceraikan istrinya yang dia kawini karena hamil duluan. Dewi maupun Dayan akhirnya kembali pada pasangannya.

Prestasi


No
Penghargaan
Kategori
Penerima / Nominee
Hasil
1
Festival Film Indonesia 1987
Film
-
Nominasi
2
Festival Film Indonesia 1987
Sutradara
Arifin C Noer
Nominasi
3
Festival Film Indonesia 1987
Pemeran Utama Pria
El Manik
Nominasi
4
Festival Film Indonesia 1987
Pemeran Utama Wanita
Marissa Haque
Nominasi
5
Festival Film Indonesia 1987
Cerita
Arifin C Noer
Nominasi
6
Festival Film Indonesia 1987
Skenario
Arifin C Noer
Nominasi
7
Festival Film Indonesia 1987
Penata Musik
Embie C Noer
Nominasi
8
Festival Film Indonesia 1987
Penata Artistik
Hendro Tangkilisan
Nominasi
9
Festival Film Indonesia 1987
Penata Kamera
Adrian Susanto
Nominasi
10
Festival Film Indonesia 1987
Penyuntingan
Norman Benny
Nominasi
11
Festival Film Indonesia 1987
Penata Suara
Zakaria Rasyid
Nominasi
12
Festival Film Indonesia 1987
Pemeran Pembantu Wanita
Rima Melati
Nominasi


Review

Biarkan Bulan Itu, menurut saya adalah film karya Arifin C Noer yang paling puitis. Saya cukup dapat menyimak film ini dengan nyaman, menyaksikan para pemain film ini menerjemahkan bahasa puisi karya sang empunya film, Arifin C Noer. Film ini menngisahkan kisah percintaan yang dibalut dengan pengolahan skenario yang apik dan menarik, ciri khas seorang Arifin C Noer. 

Dalam film ini, Arifin makin membuktikan diri sebagai seorang penulis skenario handal. Arifin C Noer memang dalam setiap filmnya, menulis sendiri cerita dan skenario dari film yang ia sutradarai. Untuk review sisi penggarapan filmnya, karya Arifin C Noer selalu dapat menunjukkan kualitas yang baik. Musik yang digarap Embie C Noer, dapat menyatu dengan setiap adegan dalam film ini, apalagi adegan romantisme tokoh Dayan dan Dewi dengan dialog puitis mereka. Penyuntingan film ini juga rapi, pemindahan antar adegan terbilang rapi. Penyorotan setiap adegan film, juga baik. Adegan penganalogian hubungan Dayan Dewi dalam khayalan dapat disorot baik. Untuk tata suara, saya nilai, suara setiap pemain kurang keras, jadi kadang kurang terdengar. Film ini mendapat 12 nominasi FFI 1987, meski tak satupun meraih Piala citra.

Untuk segi pemeranan, ensemble cast film ini dapat bersinergi dengan baik. El Manik dapat memainkan tokoh Dayan dengan baik, El Manik mampu memainkan mimik emosi ketika Dayan bersikap palsu dan ketika bahagia bersama Dewi. Saya cukup tergelitik ketika El Manik menirukan suara istrinya yang diperankan Rima Melati. Marissa Haque juga dapat memainkan emosinya dalam film ini dengan baik, Rima Melati saya rasa cocok sekali memainkan tokoh Anneke, istri yang kurang memperhatikan suami. Pemain lain yang kebanyakan pemain veteran seperti Deliana Surawidjaja, Aminah Tjendrakasih dan Galeb Husein dapat mendukung film ini dengan porsi yang pas.

Film ini bukanlah jenis drama penguras air mata, tetapi drama yang menawarkan 'rasa' lain dengan romantisme dan kepuitisan yang berkesan. Arifin C Noer memilih jalan berpuisi dalam menyampaikan pesan film ini melalui dialog para tokohnya. Mimpi dan fantasi antara Dewi dan Dayan, dianalogikan sebagai sebuah bulan, pemikiran filosofis dari seorang Arifin C Noer. Saya mengapresiasi film Arifin C Noer ini dengan baik dan saya merekomendasikan film ini untuk sangat layak tonton.

Trivia
  • Film ini dapat diakses dari Sinematek Indonesia
  • Film ini memborong 12 nominasi FFI 1987, tetapi tidak ada yang menang Piala Citra satu pun.
  • Film ini mempertemukan dua pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque, yang menikah setahun setelah film ini dirilis
  • Film ini memberikan nominasi Piala Citra kedua bagi Marissa Haque, namun dikalahkan oleh Widyawati dalam film Arini, Masih Ada Kereta yang akan Lewat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar