Senin, 09 April 2012

IDRIS SARDI "Alunan biola menyayat hati dalam ilustrasi film Indonesia"




IDRIS SARDI
Lahir : 6 Juni 1938

 Quote:

“Jangan panggil saya Maestro. Si Biola Maut juga tidak. Jangan coba-coba. Panggil saja saya Mas Idris. Saya ini masih belajar, masih banyak yang lebh baik dari saya. Dulu mungkin saya populer. Tetapi orang besar belum tentu orang populer, dan orang populer juga belum tentu orang besar”

Profil
Sejak usia lima tahun, Idris Sardi memang telah menekuni musik klasik. Tetapi pada usia tujuh tahun, dia baru diajari sang ayah bermain biola. Setelah besar, Idris belajar di Akademi Musik Indonesia pada tahun 1950-1955. Selain belajar dari sang ayah Mas Sardi, Idris juga belajar musik dari sejumlah musikus asing seperti Nikolai Varfolomijeff (Rusia), Hendrick Tordasi & Frank Sabo (Hongaria), Boomer (Jerman, Keney (Inggris) dan Madanie Renee Tovanos (Prancis) dan Henk Te Straake (Belanda).

Sebagai putra Indonesia, Idris merasa malu jika tidak mampu memainkan musik keroncong. Apalagi ketika pulang ke Indonesia, dia bermain untuk stasiun Radio Republik Indonesia. Sejak itu, Idris melanggar aturan-aturan baku klasik. Dari kampung ke kampung, dia bertanya tentang musik keroncong. Bahkan Idris mengaku sempat belajar dari seorang tukang becak.

Kemampuan musiknya tidak hanya dibuktikan di panggung. Lewat sejumlah karya layar lebar, Idris memberikan sumbangan besar. Sejak tahun 1960, dia telah menghasilkan lebih dari 300 karya. Film pertama yang memeberi Idris Sardi Piala Citra sebagai penata ilustrasi musik terbaik adalah film Petir Sepandjang Malam (1967). Sejak itu, namanya mulai dikenal sebagai penata ilustrasi film. Ditambah dengan kemenanangannya di Festival Film Asia di tahun 1970, sebagai penata musik terbaik untuk film Bernafas Dalam Lumpur. Idris Sardi produktif dalam mengerjakan ilustrasi musik film, sampai mendapat rekor, dengan memperoleh nominasi Piala Citra FFI sebagai penata musik sebanyak 9 kali, disamping menang Piala Citra sebanyak 9 kali pula. Beberapa film yang ia kerjakan ilustrasinya adalah Pesta Musik La Bana (1960), Perkawinan (1972), Budak Nafsu (1983), Doea Tanda Mata (1984),  Tjoet Nja Dhien (1987) dan Pacar Ketinggalan Kereta (1988). Idris juga membuat ilustrasi musik untuk 130 episode sinetron. Idris Sardi bersahabat dengan sutradara Teguh Karya. Keduanya seringkali berkolaborasi dalam sebuah film. Teguh, menyutradarai film, Idris mengerjakan ilustrasinya. Persahabatan ini terlihat dari tampilnya Idris Sardi dalam konser Tribute to Teguh Karya, tahun 2005 silam.

Idris sempat menderita sakit kanker usus di tahun 1998. Kemudian sepanjang tahun 2000, Idris kembali aktif dan menjadi duta kesenian pemerintah Indonesia, dan membuat konser Persembahan Idris Sardi di tahun 2003. Kedisplinan adalah kunci sukses utama Sang Biola Maut. Ilustrasi-ilustrasi dari biolanya yang begitu lirih dan menyayat hati begitu berkesan dan akan selalu teringat oleh penonton film Indonesia. 

Filmografi


Prestasi
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1974 (Cinta Pertama)
  • Piala Akademi Sinematografi, Tata Musik Terbaik II FFI 1974 (Rio Anakku)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1975 (Senyum Di Pagi Bulan Desember)
  • Piala Akademi Sinematografi, Tata Musik Terbaik II FFI 1976 (Cinta)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1977 (Sesuatu Yang Indah)
  • Piala Akademi Sinematografi, Tata Musik Terbaik II FFI 1979 (Pengemis dan Tukang Becak)
  • Penghargaan Khusus Piala MMPI, FFI 1981 (Para Perintis Kemerdekaan)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1984 (Budak Nafsu/Fatima)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1985 (Doea Tanda Mata)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1986 (Ibunda)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1988 (Tjoet Nja' Dhien)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1989 (Noesa Penida)
  • Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1992 (Kuberikan Segalanya)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1979, Tata Musik (Pengemis dan Tukang Becak)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1980, Tata Musik (Anna Maria)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1982, Tata Musik (Sekuntum Mawar Putih)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1986, Tata Musik (Arie Hanggara)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1987, Tata Musik (Penyesalan Seumur Hidup)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1989, Tata Musik (Pacar Ketinggalan Kereta)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1991, Tata Musik (Potret)
  • Nominasi Piala Citra FFI 1991, Tata Musik (Soerabaia 45)
Trivia
  • Idris Sardi adalah ayahanda dari para pemain film, Santi Sardi, Lukman Sardi, dan Ajeng Triani Sardi.     
  • Idris Sardi tampil dalam konser Tribute to Teguh Karya, 2005                        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar