Minggu, 01 April 2012

MERIAM BELLINA "Magma Perfilman Indonesia"



Profil 
Film pertama, Perawan-Perawan, di tahun 1981 karya Ida Farida, ia bintangi waktu masih remaja. Film-film 'underdog' dan film-film kelas berat peraih Piala Citra seperti Roro Mendut, Kerikil-kerikil Tajam, Neraca Kasih ia bintangi. Itulah Mer, karirnya cukup unik dan kadang mengejutkan. Setelah meraih Piala Citra (1984) sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Cinta di Balik Noda (nominasi FFI 1984 cukup berat, ada Christine Hakim, Jenny Rachman, Zoraya Perucha, dan Lidya Kandou). Walaupun berbakat sebagai aktris drama, pada akhir-akhir ini, "Si Mer" lebih aktif dalam sinetron yang bernuansa komedi. Ia kembali mendapatkan Piala Citra lewat film "Taksi" di tahun 1990.

Kehidupan pribadinya tidak selancar kariernya di layar putih dan karier lainnya sebagai penyanyi pop (albumnya antara lain Simfoni Rindu, Untuk Sebuah Nama, dan Belajar Menyanyi dengan lagu-lagu a karena Meriam Bellina telah menikah dan bercerai dua kali dengan produser film. Wajah Indonya (blasteran Makassar-Jawa-Jerman-Sunda-Belanda) telah mengesankan seorang penulis Belanda yang bernama Ivan Wolffers, yang menggambarkan rasa kagum serta obsesinya dalam sebuah novel Liefste, mijn liefste (1992) (Sayang, oh sayangku), yang laris seperti pisang goreng dengan lebih dari 10.000 buku terjual di Belanda sendiri.

Dalam berperan, Meriam Bellina terbilang berani melakukan adegan panas sehingga dia pernah mendapatkan gelar sebagai Bom Seks Indonesia. (Tontonan Roro Mendut (1982) malah telah dibatalkan di Festival Film Indonesia di Tropenmuseum Amsterdam karena peranannya dianggap terlalu sensual) dan karena kepiawaiannya berakting ia juga dijuluki sutradara kondang Arifin C Noer sebagai Magma Perfilman Indonesia. Mer adalah satu-satunya aktris Indonesia yang selalu berkarya tiap bulan tiap tahun tanpa jeda waktu dari tahun 1981 sampai sekarang, belum ada aktris Indonesia yang seproduktif Mer. Mer merupakan perpaduan Mutu dan Komersil. Ditengah persaingan panggung entertainment Indonesia, Mer tetap eksis, bukti eksistensinya bisa dilihat di hasil karyanya di bawah ini, tiap tahun selalu ada karyanya (film, sinetron, nyanyi, iklan), semua ditangani dengan apik oleh Mer. Tiga piala citra menjadi bukti prestasi Mer di dunia film (Cinta di Balik Noda (1984), Taksi (1990), Get Married (2007)). Di dunia sinetron, Meriam meraih Piala Vidia tahun 1994 melalui sinetron Aku Mau Hidup.


 Adegan emosional dengan Rano Karno dalam Taksi

 Filmografi :

Prestasi :
  • Aktris Terbaik, Piala Citra FFI 1984 (Cinta di Balik Noda)
  • Aktris Terbaik, Piala Citra FFI 1990 (Taksi)
  • Aktris Terpuji Festival Film Bandung 1991 (Taksi dan Wanita)
  • Aktris Terbaik Drama, Piala Vidia FSI 1994 (Aku Mau Hidup)
  • Aktris Sinetron Terpuji Festival Film Bandung 1999 (Jangan Rebut Suamiku)
  • Aktris Terpuji Festival Film Bandung 2004 (Kafir)
  • Best Actress Bali International Film Festival 2004 (Kafir)
  • Aktris Pendukung Terbaik, Piala Citra FFI 2007 (Get Married)
  • Lifetime Achievement Festival Film Jakarta 2007
  • Aktris Pembantu Terpuji Festival Film Bandung 2008 (Get Married)

Trivia :

* Meriam Bellina dikenal sebagai aktris yang berbakat memainkan beragam karakter dan peran dalam film drama atau komedi. Dalam suatu sinetron, Mer pernah berakting makan tanah.
* Pada FFI 1984, Meriam Bellina berhasil menang secara mengejutkan sebagai aktris terbaik Piala Citra, mengalahkan aktris kelas berat, seperti Christine Hakim, Jenny Rachman, Zoraya Perucha, dan Lidya Kandou. Semula, Meriam Bellina tidak diperhitungkan masuk jajaran nominasi, tetapi beberapa menit sebelum diumumkan dewan juri dihadapan wartawan, dewan juri kembali berembuk dan memasukkan film "Cinta Di Balik Noda" yang diperankan Mer, untuk lolos masuk nominasi. Dalam film ini, Mer tampil begitu mengesankan, sebagai seorang drug addict.
* Meriam Bellina tampil pertama kali dalam sinetron "Aku Mau Hidup", dalam sinetron ini Mer memerankan seorang penyandang kanker. Aktingnya yang begitu bagus membuatnya meraih Piala Vidia FSI 1994, mengalahkan Dewi Yull, Niniek L Karim dan Ratu Tria.

* Aktris film dengan honor termahal pertama 1987-1990 (sumber Kompas:28jt-32jt per film)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar