Selasa, 29 Mei 2012

Adegan-adegan dalam film Klasik (Bagian 1)


1. BADAI PASTI BERLALU (Teguh Karya, 1977)


Ini adalah adegan dimana Helmi (Slamet Rahardjo) datang ke pemakaman anaknya, Kosa, yang meninggal karena sakit. Terpampang ekspresi penyesalan dari Helmi karena tidak dapat menjadi ayah yang baik bagi anaknya serta tidak dapat menjaga keutuhan rumah tangganya dengan Siska (Christine Hakim).


2. TALI MERAH PERKAWINAN (Hengky Solaiman, 1981)


Potongan adegan dimana keluarga ini baru ditinggal ibu rumah tangga (Tuti Indra Malaon), dan kedudukannya digantikan anak tertuanya (Yessy Gusman) yang mengambil alih mengurus ayah dan adik-adiknya.

3. CINTA PERTAMA (Teguh Karya, 1973)


Debut Christine Hakim di layar lebar. Ini adalah adegan dimana tiga sahabat (Christine Hakim, Soultan Saladin dan Ully Artha) yang sedang mau pulang ke Jakarta dengan kereta api, dan dalam kereta, Ade (Christine Hakim) bertemu pujaan hatinya, Bastian (Slamet Rahardjo).


4. DOEA TANDA MATA (Teguh Karya, 1984)


Ining (Jenny Rachman) seorang artis panggung, tampak jatuh hati dengan seorang pemuda aktif pergerakan, Gunadi (Alex Komang).

4. PACAR KETINGGALAN KERETA (Teguh Karya, 1988)


Konflik ruwet dalam film ini, membuat banyak kesalahpahaman. Riri (Ayu Azhari) meminta maaf sambil memeluk Tante Retno (Niniek L Karim) atas kesalahpahaman yang terjadi antar orangtuanya dengan keluarga Retno yang membawa dampak yang besar bagi orang-orang sekitar mereka.

5. DIBALIK KELAMBU (Teguh Karya, 1982)


Pasangan suami istri, Hasan (Slamet Rahardjo) dengan Nurlela (Christine Hakim) yang sedang bercengkrama, memperlihatkan kasih sayang mereka di tengah konflik dalam rumah tangga mereka.

6. KEMBANG-KEMBANG PLASTIK (Wim Umboh, 1977)


Film ini mengisahkan kehidupan di pelacuran, dan orang-orangnya yang mempunyai banyak mimpi, tapi terbentur realita. Roy Marten dan Ully Artha adalah termasuk dari orang-orang itu. Roy berperan sebagai buronan polisi yang mimpi kemewahan, dan Ully yang berperan sebagai pelacur, yang terjerumus akibat ulah suami.


8. SUCI SANG PRIMADONA (Arifin C Noer, 1977)


Suci (Joice Erna) dengan Oom Kapten (Soekarno M Noer), kepalsuan yang diperlihatkan Suci demi meraup kekayaaan dan kepuasan materi.

9. MATAHARI MATAHARI (Arifin C Noer, 1985)


Iyom (Marissa Haque), wanita tuna rungu yang hidup terlunta dengan bayinya, karena suaminya, Warga (Wawan Wanisar) lebih memilih hidup dengan seorang penyanyi dangdut (Rima Melati) dan tergiur kemewahan.

10. CINTA DIBALIK NODA (Bobby Sandy, 1984)


Akting prima Meriam Bellina yang membuahkan Piala Citra pertama, dimana ia menjadi drug addict karena frustasi dan dijerumuskan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Cinta nya pada Sandro Tobing bertepuk sebelah tangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar