Sabtu, 19 Mei 2012

10 Karakter Nenek Paling Berkesan dalam Layar Klasik

1. NENEK - Fifi Young (Tiga Dara, 1956)


Mungkin karakter nenek pertama yang paling berkesan dalam film Indonesia adalah dalam film Tiga Dara (1956) besutan Usmar Ismail. Karakter nenek para dara ini, yang dimainkan aktris watak Fifi Young, adalah karakter yang cukup penting, karena nenek ini adalah pengganti ibu para dara yang telah meninggal. Cucu-cucunya yang sudah menjadi gadis (Chitra Dewi, Mieke Wijaya, Indriati Iskak) cukup membuatnya pusing karena sifat mereka yang berbeda satu sama lain, dan mulai banyak pria-pria yang muncul di kehidupan para cucunya yang cantik-cantik itu.


2. NENEK ATENG - Wolly Sutinah (Ateng Bikin Pusing, 1977)


Dalam film ini, karakter nenek Ateng yang diperankan aktris Wolly Sutinah cukup kuat dan memepengaruhi jalannya cerita. Akibat Ateng yang begitu dimanja olehnya, Ateng menjadi bertingkah dan membuat pusing banyak orang akibat ulahnya. Keinginan Ateng harus selalu dipenuhi oleh semua anggota keluarganya. Kolaborasi yang mengesankan antara Wolly Sutinah, Ateng, Iskak, dan Chitra Dewi sebagai ibu Ateng.

3.  NENEK IPAH - Sofia WD (Usia 18, 1980)


Sofia WD memainkan tokoh nenek Ipah dalam film ini, yang dimana penampilannya cukup mengagumkan dan layak diperhitungkan untuk Piala Citra. Karakternya, cukup memiliki pengaruh dalam keluarga Ipah, yakni anaknya, Ayah Ipah (Zaenal Abidin) dan Ipah (Yessy Gusman). Ayah Ipah yang sudah menjadi duda karena istrinya yang telah meninggal, memiliki anak perempuan remaja seperti Ipah butuh kasih sayang seorang ibu atau istri, dan nenek Ipah mengambil alih beban itu dengan mengurus anak dan cucunya tersebut.

4. NENEK - Marlia Hardi (Busana Dalam Mimpi, 1980)

Melalui film ini, Marlia Hardi mendapatkan porsi yang cukup besar, bisa dikatakan pemeran utama. Apalagi ia mendapatkan nominasi Citra FFI 1981 untuk pemeran utama lewat film ini. Dia berperan sebagai seorang nenek tua dan lumpuh, yang merindukan cucunya yang  sudah lama meninggal, tapi hal itu ditutup-tutupi oleh anak-anaknya dengan mengatakan bahwa cucunya masih studi di luar negeri. Seorang perempuan yang mirip dengan cucunya, dijadikan 'cucu palsu' untuk sandiwara ini. Kebohongan akhirnya terkuak, dan sang nenek ini menjadi penetralisir segala kesalahpahaman dalam film ini. Akting yang cukup berkesan dari aktris watak Marlia Hardi.

5. NENEK MINAH - Roldiah Matulessy (Tragedi Bintaro, 1989)



Nenek Minah adalah karakter nyata dari peristiwa tragedi Bintaro yang diangkat ke layar lebar. Nnek Minah hidup bersama kelima cucunya yang masih kecil, yang korban perceraian kedua orangtuanya. Mereka tinggal di perkampungan padat di Jakarta. Nenek Minah mengasuh lima orang cucu sekaligus sehingga Nenek Minah bekerja apa saja untuk menyambung hidup dari menjadi tukang pijit hingga tukang cuci pakaian meski kadang tidak bersih hasil cuciannya. Merasa hidupnya makin susah di Jakarta, Nenek Minah mengajak cucu-cucunya untuk pindah ke desa. Tapi naas, kecelakaan tragis tabrakan maut antara dua kereta api yang salah satunya berpenumpang Keluarga Nenek Minah. Seluruh keluarga Nenek Minah tewas dalam kecelakaan maut tersebut, hanya tersisa Juned yang kakinya terjepit. Sungguh memilukan. Semestinya Roldiah Matulessy dapat diperhitungkan untuk Citra kedua dalam peran di film ini.

6. NENEK - Nani Somanegara (Cas Cis Cus, 1990)

 
Karakter kocak ibu atau nenek yang diperankan Nani Somanegara, seperti misalnya ia mencak-mencak dicarikan video porno, bergunjing dengan tetangga, dan terakhir minta dikawinkan dengan tukang pijat tuna netra. Sebenarnya itu merupakan siasat sang nenek untuk mencari perhatian dari anak, menantu dan cucu-cucunya. Perannya ini membawa Nani Somanegara menang di ajang Festival Film Asia Pasifik 1991 untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.

7. NENEK TEMON - Suparmi (Serangan Fajar, 1981)

Dalam film perang ini, diselipkan kisah-kisah berkesan dari situasi perang saat itu, salah satunya adalah kisah anak kecil bernama Temon dan neneknya, yang diperankan aktris ketoprak, Suparmi. Akting alami dan chemistry yang terbangun antara Suparmi dengan aktor cilik Dani Marsuni, memberikan Suparmi Piala Citra untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.

8. NENEK - Dhalia (Arie Hanggara, 1985)

Film yang diangkat dari kisah nyata ini, juga menampilkan karakter nenek Arie Hanggara yang begitu menyayangi Arie dan cucu-cucunya yang lain, dan karakter nenek ini diperankan aktris watak Dhalia. Sang nenek ini adalah ibu dari ayah Arie, yaitu Tino (diperankan Deddy Mizwar).

9. OMA YOAN - Chitra Dewi (Yoan, 1977)



Karakter Oma cukup berperan besar, ketika menyelesaikan masalah Yoan, cucunya, yang nilai rapornya merosot karena sibuk sebagai artis dan penyanyi cilik, disamping itu juga ada masalah lain.

10. EYANG ROMI - Fifi Young (Pengantin Remaja, 1971)



Karakter Eyang Putri yang menjodohkan Romi (Sophan Sophiaan) dengan gadis lain yang bukan dicintainya. Perjodohan Romi yang merupakan ide Eyang Putri menyebabkan konflik batin dalam film ini. Romi sendiri mencintai Juli (Widyawati). Cerita film pun cukup rumit dan kompleks yang mengitari percintaan Romi dan Juli.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar