Senin, 07 Mei 2012

#12MusisiDalamFilmKlasik *Special Mention

Banyak juga musisi atau penyanyi yang juga mencicipi berakting di depan kamera. Mereka bermain film tentunya juga sekaligus bernyanyi, karena memang film itu berjenis musikal, atau film itu sengaja diangkat dari lagu-lagu hits milik mereka. Inilah musisi-musisi yang pernah tampil berakting sekaligu bernyanyi dalam film-film klasik Indonesia.

1. Broery Pesolima (Broery Marantika) (1948-2000)


Penyanyi Ambon bersuara khas ini pernah bermain dalam beberapa film di era 70-an. Broery Pesolima atau Broery Marantika adalah salah satu penyanyi pop paling terkenal di Indonesia, dari era 70 hingga 90-an. Film-film yang pernah menampilkan aktingnya adalah Lagu Untukmu (1973), Jangan Biarkan Mereka Lapar (1975), Impian Perawan (1976), Istriku Sayang Istriku Malang (1977), Broery pun tampil sebagai cameo dalam film Badai Pasti Berlalu (1977). Broery tampil menyanyi dalam film Akhir Sebuah Impian (1973), dimana ia beradu akting dengan penyanyi Emilia Contessa.

2. Elvi Sukaesih 



Ratu dangdut Indonesia, Elvi Sukaesih juga pernah mencicipi menjajal akting di depan kamera. Tentunya, film yang menampilkan Elvi sebagai pemeran utama, juga dilengkapi dengan nyanyian Elvi dalam lagu-lagu dangdut hits miliknya. Bahkan beberapa film, berjudul sama dengan lagunya, seperti Cubit-cubitan (1979) dan Mandi Madu (1986). Penampilan Elvi Sukaesih dalam film pertama Warkop, Mana Tahan (1979) juga mencuri perhatian.

3. Rhoma Irama


Siapa yang tak tahu Rhoma Irama? Raja Dangdut dengan segudang lagu hits dan film-filmnya yang terkenang hingga kini. Banyak sekali film Rhoma Irama yang lengkap dengan lagu-lagu dangdut hits, dan juga dalam film Rhoma berpasangan dengan aktris-aktris tenar, seperti Ricca Rachim, Yatie Octavia, Ida Iasha, dan Chintami Atmanegara. Superstar Dangdut asal Tasikmalaya ini mulai main film tahun 1976, dalam film Oma Irama Penasaran. Selanjutnya setiap tahun Rhoma Irama bermain dalam film-film dangdut yang laris di masa itu. Sebut saja, Berkelana (1978), Darah Muda (1977), Pengorbanan (1982), Satria Bergitar (1983) dan masih banyak lagi. Tercatat, 26 film yang dibintanginya hingga kini. Terakhir, Rhoma Irama bermain dalam film Sajadah Ka'bah bersama Ida Iasha. Filmnya laris karena selain akting, tentunya Rhoma juga menyanyi lagu-lagu hitsanya, kadang bersama Orkes Soneta, pimpinannya. Dari sekian banyak film yang ia bintangi, hanya 2 film yang berhasil menembus unggulan FFI. Pertama, Nada-nada Rindu (1987) yang masuk nominasi FFI 1988 untuk Artistik. Kedua, Nada dan Dakwah (1991) karya Chaerul Umam, yang berhasil meraih 7 nominasi dan 2 Piala Citra FFI 1992. Piala Citra untuk Tata Suara dan Cerita, Rhoma Irama pun pertama kalinya masuk nominasi pemeran utama pria, namun kalah oleh Jamal Mirdad.

4. Pancaran Sinar Petromak (PSP)




OM PSP adalah singkatan dari Orkes Melayu Pancaran Sinar Petromaks, grup beberapa mahasiswa UI yang bermain musik untuk parodi dan humor. OM PSP pernah bermain dalam beberapa film di awal era 80-an, yang dimana seluruh anggotanya juga bermain dalam film itu. Film-film komedi OM PSP adalah Manis-manis sombong (1980), Rayuan Gombal (1980), Aduhai Manisnya (1980), Koboi Sutra Ungu (1981) dan Orang-orang Sinting (1981). Dalam filmnya, OM PSP juga kerap menyanyi lagu-lagu mereka yang memang lagu kocak dan sindiran.

5. Achmad Albar 



Rocker kenamaan dan vokalis God Bless ini tercatat aktif juga dalam film-film. Film Djendral Kantjil (1958), adalah debutnya, sekaligus salah satu film anak-anak yang paling berkesan hingga kini. Film yang paling menonjolkan ke-rocker-annya adalah dalam film Duo Kribo (1978), dimana ia tampil bersama Ucok Aka Harahap.

6. Meriam Bellina



Film Asmara (1992), Kulihat Cinta di Matanya (1985), dan Untuk Sebuah Nama (1985) adalah judul-judul film yang diperankan Meriam Bellina, sekaligus memperlihatkan kemampuan Mer dalam menyanyi. Sejatinya, Meriam Bellina juga seorang penyanyi, beberapa album rekaman telah dihasilkannya. Artis multi talenta, Meriam Bellina total dalam film-film musikal tersebut, dan lewat film Kulihat Cinta di Matanya, Mer berhasil masuk nominasi FFI 1986 untuk pemeran utama wanita.

7. A. Rafiq


Beberapa musisi dangdut yang terjun ke dunia film, salah satunya A. Rafiq. Lagunya yang hits, Pengalaman Pertama, dijadikan film Pengalaman Pertama (1977) dimana ia menjadi pemeran utama. Kemudian, lagu-lagunya juga dijadikan film, Pandangan Pertama (1978), dan Milikku (1979), dan sudah pasti tentunya, A. Rafiq juga bernyanyi dalam film-film tersebut.

8. Hetty Koes Endang 


Film Assoy (1977) menampilkan penyanyi Hetty Koes Endang, yang kala itu sedang menanjak karirnya sebagai pemeran utama dalam film ini. Cerita dalam film ini menyedihkan, tipe penguras air mata, yang juga tren film-film drama saat itu. Dalam film ini, Hetty Koes Endang menyanyikan lagu, dan film ini dibuat dengan resep lagu, penyanyi top dan cerita mengharu biru.

 9. Emilia Contessa

Maraknya penyanyi yang juga mencicipi dunia film juga dirasakan Emilia Contessa. Bahkan, Emilia banyak bermain di film yang memang khusus menampilkan aktingnya, bukan hanya menyanyi. Dalam film Akhir Sebuah Impian (1973), Emilia tampil sebagai pemeran utama bersama penyanyi pop Broery Pesolima, di film ini Emilia berperan sebagai perempuan yang mengalami penderitaan bertubi-tubi dan ceritanya mengikuti tren saat itu, haru biru dan penguras air mata, dihiasi lagi-lagu pop melankolis.
 
10. Camelia Malik


Album pertamanya "Colak-Colek" laris di pasaran dan diterima publik. Alhasil, karena larisnya lagu tersebut, diangkat ke layar lebar dan Camelia Malik pun menjadi pemeran utama.  Camelia Malik juga bermain di film Warkop, Gengsi Dong, dan di film itu Camelia menyanyi lagu "Aduhai" bersama Kasino. Putri legenda film, Djamaludin Malik ini meneruskan Persari Film milik sang ayah, dengan memproduksi sejumlah drama televisi, dan drama bernafaskan dangdut, jalur musiknya.

11. Euis Darliah
 


Penyanyi rock tenar era 80-an ini tampil dalam film Untukmu Kuserahkan Segalanya (1984), dimana ia berperan sebagai penyanyi rock. Sudah pasti, Euis Darliah tampil bernyanyi dan berakting dengan Rano Karno dan Lidya Kandou. Dalam film Sama-sama Senang (1984), Euis menjadi pemeran utama, memang saat itu nama Euis Darliah begitu populer.


12. Iis Sugianto, Chrisye, Christine Panjaitan, dan Rinto Harahap (dalam film Seindah Rembulan)



Dalam film Seindah Rembulan (1980), beberapa penyanyi top tanah air tampil dalam film ini, mereka berakting dan juga menyanyi. Sebut saja, Chrisye, Iis Sugianto, Christine Panjaitan, dan Rinto Harahap. Dengan ada nama seorang Rinto Harahap, sudah dipastikan banyak lagu pop melankolis menghiasi film musikal ini.

*Special Mention
 13. Benyamin S (1939-1995)



Tak dapat dipungkiri, Benyamin S adalah seniman panggung serba bisa. Awalnya Benyamin S adalah seorang penyanyi dan personel band. Di awal 70-an, Benyamin fokus ke lagu-lagu Betawi yang sebagian besar adalah hasil ciptaannya sendiri.
Aktor Terbaik FFI 1973 dan FFI 1977 ini cukup menjadi pengaruh bagi perfilman nasional dan dunia akting di era 70-an. Film-filmnya menjadi hits, seperti Si Doel Anak Betawi, Intan Berduri, Tarsan Kota, Traktor Benyamin, Zorro Kemayoran, Benyamin Spion 025 dan masih banyak lagi. Apalagi dalam film-filmnya, Benyamin juga bernyanyi. Lagu-lagunya jenaka, menghibur, mudah diingat, dan tentunya berkesan. Duetnya dengan Ida Royani dalam film dan lagu tak akan terlupakan.
Tahun 2010, Benyamin S ditasbihkan menjadi penyanyi Indonesia terbaik sepanjang masa. Lewat penampilan dan lagu-lagunya yang terdengar jenaka, polos dan sederhana, namun dibalik itu kita dapat menemukan kejeniusan seorang legenda, Benyamin S. Sampai kapanpun, walaupun sudah tiada, Benyamin S akan tetap diingat sebagai aktor, penyanyi, komponis, dan seniman Indonesia serba bisa.

14. Ida Royani





Pasangan duet Benyamin S ini semula memang lebih dulu terjun ke dunia tarik suara. Ida dikenal sebagai penyanyi cilik. Film pertamanya di tahun 1970, dan kemudian Ida Royani semakin dikenal publik lewat film-filmnya bersama Benyamin S. Dalam setiap filmnya, Benyamin S dan Ida Royani juga menyanyi duet lagu-lagu yang cukup hits dan tentunya terkenang hingga kini. Ida Royani vakum dari dunia hiburan sejak terakhir membintangi film Ombaknya Laut Mabuknya Cinta di tahun 1978.

15. Titiek Puspa



Komponis, Penyanyi, Bintang film, dan penggiat industri kreatif ini memang sudah tidak diragukan lagi kapabilitasnya dalam industri hiuran tanah air. Banyak lagu ciptaanya yang menginspirasi pembuatan suatu film dan daingkat menjadi film. Titiek Puspa sendiri juga tercatat bermain di banyak film, dan tentunya dalama film-flm yang berasal dari lagu gubahannya. Minah Gadis Dusun (1966), dan Apanya Dong (1983) adalah beberapa film yang terilhami dari lagu miliknya. Dalam penampilannya di film, Titiek Puspa juga kerap kali menyanyi sebagian lagunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar