Sabtu, 30 Juni 2012

#BestOf : ZORAYA PERUCHA




ZORAYA PERUCHA
Aktris, Produser
Genre: Drama, Komedi Drama
Tahun Aktif : 1983 - sekarang


8. CIA - Saat Saat Kau Berbaring Di Dadaku (Djun Saptohadi, 1984)

 
Jalan cerita film ini agak unik. Seorang wanita bernama Cia mengawini pria culun bernama Dono dengan tujuan membalas sakit hati terhadap ayahnya. Saat mereka berbulan madu di kampung halaman Dono barulah terbongkar bahwa Dono tidak mampu berbuat layaknya seorang suami. Hingga suatu saat Cia diperkosa seseorang yang ternyata pelakunya adalah Dono sendiri. Zoraya cukup tampil dominan dalam film ini, dan chemistry dengan Deddy Mizwar pun juga terlihat.

7. NURHAYATI - Tak Seindah Kasih Mama (Hasmanan, 1986)


Peran Zoraya yang mengundang derai air mata penonton. Kisah Nurhayati yang harus menitipkan ketiga anaknya ke keluarga lain karena penyakit yang dideritanya. Beruntung sekali ketiga keluarga itu baik-baik dan membuat Nur lega kemudian akhirnya meninggal dengan tenang.

6. ISTIA - Pondok Cinta (Wim Umboh, 1985)

 
 Salah satu penampilan terbaik Zoraya Perucha, dan memang drama adalah jenis film yang telah dikuasainya. Bercerita tentang Istia yang harus menjalani pernikahan yang tidak disetujui oleh keluarga suaminya. Rumah tangganya pun selalu diintervensi keluarga suaminya. Saat ia mengetahui bahwa suaminya sering main perempuan, ia juga tidak bisa minta cerai karena suaminya tidak mau. Ketika ia menemukan sosok pria lain, ia baru berusaha keras untuk lepas dari kungkungan suaminya. Sayang, sang pria baru ini meninggal karena leukimia. Peranan kompleks Zoraya mendapat apresiasi juri FFI 1986 untuk pemeran utama wanita.

5. SORA - Terang Bulan Di Tengah Hari (Chaerul Umam, 1988)


Selain menjadi pemeran utama, film ini juga karyanya sebagai produser film. Menjadi sosok wanita tegar bernama Sora, dan yang unik adalah dalam film ini, Sora diceritakan berprofesi sebagai pelatih renang, mengingat Zoraya sebelum terjun ke film, adalah seorang atlet renang yang handal. Untuk menghidupi keluarganya, Sora harus bekerja membanting tulang. Setelah suaminya mendapatkan pekerjaan maka ia berniat menjadi ibu rumah tangga. Keputusan ini membuat agennya merasa rugi dan kemudian membuat jebakan untuk Sony, suaminya. Dalam film ini, pilihan tepat bagi Zoraya dan chaerul Umam memilih para pemain yang menunjang film ini, seperti Slamet Rahardjo, Cok Simbara dan penampilan mengejutkan dari usahawan nyentrik Bob Sadino.

4. RUM - Opera Jakarta (Sjuman Djaya, 1985)


Zoraya mendapat kesempatan bermain di film terakhir dari sang maestro Sjuman Djaya. Menjadi gadis pembangkang bernama Rum, yang telah jenuh dengan konservatif keluarganya, menolak dikawinkan dan tertarik dengan petinju muda bernama Yoko (Ray Sahetapy). Banyak ensemble cast di film ini turut menunjang akting dan penampilan Zoraya menjadi tidak biasa bahkan bisa dikatakan cukup baik, sebut saja nama-nama sekelas Deddy Mizwar, Ray Sahetapy, Soekarno M Noor, Nani Widjaya, Mathias Muchus, dan lain-lain.


3. ALINE - Secawan Anggur Kebimbangan (Wim Umboh, 1986)

 
 Dalam film romantis ini, Zoraya tampil memikat. Sebagai perempuan bernama Aline, yang membesarkan anaknya dengan Prasetyo di Indonesia, bukan dengan Andre, pria yang menghamilinya saat di Paris. Namun, sekian tahun lamanya Andre menyusul ke Indonesia dan membuat Aline bingung karenanya. Akting dan chemistry para pemain di film ini begitu tercipta, menambah keromantisan film dengan latar di Paris ini. Saya rasa, pilihan dewan juri FFI 1987 untuk memasukkan Zoraya Perucha untuk calon aktris terbaik adalah pilihan yang tepat.

2. GINAH - Semua Karena Ginah (Nya' Abbas Akup, 1985)



Setelah bermain-main di jenis drama, tahun 1985 Zoraya bermain komedi satir dari maestro komedi satir alm. Nya Abbas Akup. Menjadi penjual jamu bernama Ginah, seorang penjual jamu gendong yang banyak diidolai pria tiba-tiba menjadi terkenal karena menjadi model sebuah perusahaan jamu. Namun bukan kebahagiaan yang ia dapat, malah keresahan. Yang paling berkesan adalah teriakan Ginah dengan medok, sebagai tukang jamu untuk promosi jamunya "Gondosari! Gondosari! jamu rasa Strawberry!"

1. SITA - Yang Terlarang Yang Tersayang (Ami Prijono, 1983)


Debut perdana Zoraya Perucha di dunia film. Langkah pertamanya di film terbilang bagus. Langsung di direct sutradara ternama dan berkualitas seperti Ami Prijono, dan di film ini Zoraya langsung mendapat unggulan FFI untuk aktris terbaik, dan juga mendapat penghargaan khusus untuk pendatang baru terbaik. Peran pertamanya sebagai Sita, seorang hostes yang menjalin hubungan dengan pemuda mahasiswa yang usianya jauh lebih muda darinya. Hubungan terlarang yangditentang orangtua pemuda itu membuat mereka nekat untuk hidup bersama tanpa ikatan nikah. Sita berkorban apa saja sehingga pemuda itu lulus kuliah, dan pengorbanan Sita dibalas dengan hinaan dari keluarga pemuda itu. Untuk penampilan pertama kali di film, sebagai pemeran utama pula, Zoraya tidak mengecewakan, dan setelah itu Zoraya Perucha menjadi aktris yang produktif dengan membintangi sejumlah film dan disutradarai para sutradara handal seperti Sjuman Djaya, dan Wim Umboh, namanya pun sejajar dengan Christine Hakim, Jenny Rachman, Meriam Bellina sebagai primadona film era 80-an.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar