Selasa, 12 Juni 2012

#BestOf DEWI IRAWAN



DEWI IRAWAN
Aktris
Genre : Drama
Tahun Aktif : 1973 - sekarang

Quote :
"Dulu saya sering nolak film walaupun ditawarkan jadi peran utama, karena saya sangat selektif dan tidak mau ada adegan kissing"
(Diambil dari tweet Dewi Irawan @dewiirawan13, 7 Juni 1:12 AM)


10. VIVI - Kemilau Kemuning Senja (Hasmanan, 1980) 



Film ini diadaptasi dari novel Mira W. Menjadi anak Bastian (Sophan Sophiaan) yang kehilangan sosok ibu kandung. Vivi dekat dr. Friska (Widyawati) yang dekat dengan ayahnya. Vivi selalu mengadukan persoalan keluarga dia dan ayahnya kepada Friska, yang membuat Frsika terlibat jauh dalam urusan keluarga Bastian.  Dalam film ini, Vivi juga membuat ulah dengan mencoba bunuh diri karena masalah cinta.

9. SANTI - Belas Kasih (Bambang Irawan, 1973)


Film pertama Dewi Irawan, saat usia 10 tahun. Disutradarai oleh ayahnya, Bambang Irawan dan diproduksi oleh perusahaan milik Bambang Irawan, Agora Film.
Santi (Dewi Irawan) dan teman-temannya satu yayasan panti asuhan sedang mengadakan tamasya di pantai. Ketika Santi dan Tina teman satu yayasannya sedang bermain bola plastik, tanpa sengaja Santi melempar bola kearah gelas minuman pasangan suami istri yang bernama Ibu Hartono (Tatiek Tito). Santi minta maaf, namun Ibu Hartono tidak marah karenanya. Pasangan Pak Hartono (Bambang Supeno) dan Ibu Hartono adalah pasangan yang sudah lama mendambakan kehadiran seorang anak, namun belum dikasih juga. Hingga keduannya memutuskan untuk mengadopsi anak dari yayasan panti asuhan.
Dan pilihannya jatuh pada Santi, yang memang sudah mencuri hati sepasang suami istri tersebut. Dalam pelepasan Santi, disajikan lagu Bintang kejora yang dinyanyikan oleh teman-teman Santi satu panti asuhan. Diantara teman-teman Santi, Tinalah teman terdekat yang selalu menjadi tempat curahan hatinya. Sebelum dibawa oleh keluarga Hartono, Santi diberikan boneka hasil buatan Tina. Mereka berdua pun akhirnya berpamitan, dan Santi dibawa oleh keluarga Hartono. Hari-hari tinggal dirumah keluarga Hartono begitu Indah dirasakan oleh Santi, Bapak dan Ibu Hartono sangat menyayangi Santi.  Kehadiran Santi membuat hidup keluarga Hartono lebih bahagia, liburan dan jalan-jalan serta apa yang dibutuhkan Santi selalu dipenuhinya. Keberkahan kehadiran Santi di rumah keluarga Hartono bertambah setelah Ibu Hartono akhirnya mengandung anaknya. Bapak dan Ibu Hartono pun makin sayang terhadap Santi.
Hingga suatu ketika Bapak Hartono harus di tugaskan belajar ke Jepang, datanglah kakak Pak hartono yang biasa dipanggil Bu Dhe (Chitra Dewi) yang ditugaskan untuk menjaga istrinya yang sedang hamil sampai tugas belajar Pak Hartono selesai. Bu Dhe adalah seorang perawan tua yang hingga usianya mulai beranjak tua belum juga menikah.
Kehadiran Bu Dhe membawa malapetaka bagi Santi sejak pertemuan pertama kehadiranya, Ia sudah bersikap tidak bersahabat dengan Santi. Santi sering di bentak dan di perlakukan seperti pembantu oleh Bu Dhe. Santi merasa tidak betah dan sering mengadu kepada pembantu rumah bernama Harjo (Harjo Muljo). Sementara itu Ibu Hartono sendiri tidak bisa berbuat apa-apa melihat kelakuan kakak Iparnya pada Santi. Kerjaan Budhe hanya marah-marah dan ngomel. Pekerjaan yang bukan seharusnya dilakukan Santi, harus dikerjakan Santi. Santi dianggap anak yang tidak jelas asal usulnya, tinggal di kolong jembatan dan kata-kata lain yagn sangat menyakitkan Santi.
Suatu hari ketika sedang menjerang air, disuruhlah santi oleh Budhe untuk mematikannya. Namun tanpa sengaja Santi menumpahkan air yang baru saja mendidih, dan akhirnya mengenai Bu Hartono hingga terjatuh. Budhe marah besar pada santi karena menganggap santi anak pungut yang tidak bisa diuntung dan memukulnya. Santi pun bersedih, akhirnya ditengah turunnya hujan, dengan emmakai baju seragam yang dulu di pakai dari yayasan panti asuhan, Santi pun kabur dari rumah Bu Hartono menuju panti asuhannya.
Sementara itu di rumah sakit Bu Hartono selalu memanggil-manggil nama Santi, hingga Budhe panic dan menyuruh Harjo menjemput Santi dirumah. Namun Santi tidak ditemukan, Harjopun akhirnya mencari keberadaan Santi di sudut-sudut jalan, namun tidak ditemukan. Akhirnya melalui petunjuk Harjo, diketahui kalau santi pernah bilang akan kembali ke yayasan.
Pak Hartono akhirnya dipercepat kepulangannya dan langsung menemui istrinya di rumah sakit yang selalu menanyakan Santi. Namun Pak Hartono selalu menutupi keberadaan Santi. Akhirnya  Santipun dijemput dari panti asuhan oleh Pak Hartono dan Budhe. Budhe minta maaf pada Santi, akhirnya Santi mau dibawa kembali oleh keluarga Hartono.

8. LIDIA - Kembang Semusim (MT Risyaf, 1980)

Menjadi Lidia, anak Mieke Wijaya dan Rachmat Hidayat, memiliki saudara tiri, Mirna (Marissa Haque) yang juga menaruh hati pada satu pria yang sama, Rusdi (Rano Karno). Cinta Lidia pada Rusdi ditolak, frustasi dan berpesta ria dengan kawan-kawannya. Ayahnya, Wijaya, juga sedang mengalami masa suram dalam bisnisnya. Sementara ibunya Farida yang bekerja untuk menghidupi keluarga itu disalah-salahkan, dan agaknya sudah lama menahan beban keluarga "kacau" itu.

7. PROFESSOR ARNI - Berbagi Suami (Nia Dinata, 2006)


Walaupun tampil sebentar, tapi permainannya cukup mengesankan. Sebagai professor yang menentang praktek poligami, beradu argumen dengan dr. Salma (Jajang C Noer) dalam sebuah acara televisi yang dipandu oleh Maudy Koesnaedy.

6.  IBUNDA SISKA - Badai Pasti Berlalu (Teddy Soeriaatmadja, 2007)


Berperan sebgaai ibunya Siska (Raihanuun), sebelumnya di tahun 1977, peran ini dimainkan Mieke Wijaya, dan di film ini, peran ayah Siska adalah Slamet Rahardjo Djarot. Karakternya memang menjadi ibu yang sabar, penyayang dan pemendam masalah anak-anaknya. Salah satu adegan paling berkesan adalah adegan romantis Slamet Rahardjo menyanyikan lagu Sabda Alam kepada Dewi Irawan di saat ulang tahun perkawinan mereka.

5. YANTI - Takdir Marina (Wahab Abdi, 1986)


Dewi Irawan bermain bersama Ikang Fawzy, Ida Iasha, Roy Marten dan lain-lain, dimana Dewi berperan sebagai Yanti, wanita yang lebih mengejar karir sehingga perkawinannya dengan suaminya Adrian (Ikang Fawzy) menjadi hampa. Perkawinan mereka terjadi hanya karena pertemanan sejak kecil, dan Adrian lebih menaruh hati pada kakak iparnya sendiri, Marina (Ida Iasha).

4. TINING - Sebening Kaca (Irwinsyah, 1985)




Dalam film drama adaptasi novel ini, Dewi bermain bersama Marissa Haque dan Ray Sahetapy. Tining, karakter yang diperankan Dewi, seorang wanita tabah yang telah diceraikan suaminya, Effendi (Ray Sahetapy) yang sifatnya manja dengan ibunya, kekanak-kanakan. Mantan suaminya itu menikah kembali dengan sahabat Tining, Yanti (Marissa Haque) yang nasibnya sama dengan Tining, diperlakukan serupa oleh Effendi. Tining selalu memberikan dorongan dan motivasi kepada Yanti untuk tabah dan tegar.


3. ASTUTI - Cinta Yang Terjual (Yazman Yazid, 1986)


Kembali bermain bersama Ray Sahetapy, Dewi berperan sebagai Astuti, yang terpaksa meninggalkan kekasih yang dicintainya, Yanto (Ray Sahetapy) untuk menikah dengan pria lain, demi keluarganya. Nasib Cinta Yang Terjual ini kembali dialami oleh Yanto, ketika dia sudah tidak dendam lagi pada Astuti.


2. HALIMAH - Titian Serambut Dibelah Tujuh (Chaerul Umam, 1982)



 Akting yang bagus Dewi Irawan, salah satunya dilihat di film drama berat Titian Serambut Dibelah Tujuh. Halimah, seorang gadis desa yang diperkosa oleh Arsad (Soultan Saladin), seorang pemuda berandalan. Halimah kemudian dianggap sakit jiwa oleh penduduk desa. Perannya ini memberinya nominasi pertama di FFI 1983, sebagai pemeran utama wanita terbaik.

1. NYAI KERTAREDJA - Sang Penari (Ifa Isfansyah, 2011)

 
Dewi Irawan mendapat tantangan peran, dimana ia harus mempelajari budaya sosial Banyumas (masa lampau). Dewi menggambarkan Nyai Kertareja sebagai sosok wanita penolong sekaligus keji, memelihara dan memanfaatkan Srintil untuk memperkaya diri. Dewi memang pantas mendapatkan apresiasi melalui piala Citra yang telah diterimanya sekaligus penghargaan terhadap dedikasinya untuk film Indonesia selama puluhan tahun.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar