Senin, 23 Juli 2012

Pemain Anak-anak Layar Klasik Berprestasi

1. SUZANNA - Asrama Dara (Pemain Cilik Terbaik FFA 1960)



Film pertama Suzanna, sang ratu horor, di film Asrama Dara (Usmar Ismail, 1958) begitu mencuri perhatian. Ratu horor ini sebenarnya memiliki bakat bagus di jalur drama, salah satunya terlihat di film ini. Karakter Ina, remaja yang dititipkan di asrama, berhasil diperankannya. Apalagi adegan Suzanna mengangkat dan berbicara di telepon, adalah salah satu adegan yang paling berkesan. Kehadiran perdana Suzanna langsung menyabet prestasi bergengsi, yaitu dari luar negeri. Tercatat, Suzanna lah, pemain anak-anak Indonesia pertama yang meraih penghargaan di ajang internasional.

2. ASTRI IVO - Samiun dan Dasima (Pemain Cilik Terbaik FFA 1971)


Putri Ivo Nilakresna ini, main film sejak usia 5 tyahum di film karya Usmar Ismail, Big Village (1969). Setelah itu juga bermain di film Ananda, karya terakhir Usmar Ismail dan debut aktris Lenny Marlina. Beruntung bagi Astri, sempat diarahkan sutradara besar, Usmar Ismail. Penampilan cilik Astri Ivo yang memukau di film Samiun dan Dasima bersama Chitra Dewi, meraih penghargaan internasional, yaitu Festival Film Asia untuk pemeran cilik terbaik. Astri Ivo cukup produktif dengan bermain di banyak film sampai tahun 1984, di film Kerikil Kerikil Tajam. 

3. FARADILLA SANDY - Ratapan Anak Tiri (Pemain Cilik Wanita terbaik FFI 1974)



Pertama kali main di film karya ayahnya, sineas Sandy Suwardy Hassan, Rakit (1970). Tiga tahun kemudian, melalui peran Faradilla yang menguras air mata di film Ratapan Anak Tiri (1973), menuai sukses luar biasa. Kesukesan film ini membawa pengaruh yang besar bagi Faradilla Sandy yang langsung kepopulerannya meroket. Selain itu, pada FFI 1974, ia diganjar penghargaan FFI untuk pemain anak-anak wanita terbaik. Seetelah Ratapan Anak Tiri, Faradilla dikenal dalam film-film sejenis, antara lain Dimana Kau Ibu (1973). 


4. RANO KARNO - Rio Anakku (Pemain Cilik Pria terbaik FFI 1974)



Alm. Soekarno M Noer patut berbangga karena ketiga anaknya mampu mengikuti jejaknya sebagai pemain film handal, salah satunya Rano Karno. Ketika duduk di bangku kelas 5 SD, dia direkrut sutradara besar Sjumandjaya untuk film Si Doel Anak Betawi (1973). Penampilannya yang cukup berkesan, menasbihkan Rano sebagai 'Doel'. Setelah Si Doel, Rano tampil memikat di film Rio Anakku, bersama Lenny Marlina. Penghargaan pertama di FFI sebagai pemain anak terbaik diraih tahun 1974, 16 tahun sebelum meriah piala Citra untuk aktor utama terbaik. 

5. DEWI ROSARIA INDAH - Pemberang (Pemain anak terbaik FFI 1973)



Sebagai anak Sophan Sophiaan yang disandera Dicky Zulkarnaen dalam film Pemberang (1972), Dewi Rosaria Indah mendapat penghargaan FFI 1973 untuk pemeran anak-anak wanita terbaik. Selain Pemberang, Dewi juga tampil mendampingi Faradilla Sandy untuk film Ratapan Anak Tiri (1973). 

6. ANDY CAROL - Samtidar dan Senyum dan Tangis (Pemain Cilik Terbaik FFI 1973 dan FFI 1975)


Pemain Andy Carol dari kecil sudah berbakat di dunia akting. memulai karir di film tahun 1972 lewat film Desa di Kaki Bukit, Andy Carol kemudian tampil sebagai aktro anak-anak berbakat. bakatnya ini dibuktikan dengan prestasinya, meraih dua kali penghargaan pemain anak-anak terbaik pada FFI 1973, untuk film Samtidar, dan FFI 1975, untuk film Senyum dan Tangis. 

7. SANTI SARDI - Senyum Dipagi Bulan Desember (Pemain Cilik Terbaik FFI 1975)



Siapa tak kenal Idris Sardi? Musikus berbakat, memiliki putra putri yang juga berbakat di dunia film. Santi, Lukman dan Ajeng Triani Sardi. Penampilan Santi di film Senyum Dipagi Bulan Desember, yang berperan sebagai Bunga, gadis kecil yang bersahabat dengan tiga narapidana, mengeluarkan akting alami yang patutu diapresiasi. Pemain cilik terbaik FFI 1975 pun diraih. 

8. GEORGIANA SUPIT - Marina (Pemain Cilik terbaik FFI 1978)



Putri Rae Sita Supit ini mewarisi bakat akting dari ibunya. Selain cantik, Georgiana atau Oji Supit, juga menampilkan akting yang tidak mengecewakan. Bermain di film Nico Pelamonia, Marina (1977), bersama Marini dan Robby Sugara, Georgiana tampil menggemaskan dan mencuri perhatian. Pada FFI 1978, mengejutkan meraih penghargaan pemain anak terbaik. Muncul kembali tahun 1990, membintangi film Rebo dan Robby, saat dia sudah menjadi gadis yang cantik. 

9.  AJENG TRIANI SARDI - Pengemis dan Tukang Becak (Pemain Cilik Terbaik FFI 1979)



Putri Idris Sardi ini bermain bersama kakaknya, Lukman Sardi di film Pengemis dan Tukang Becak (Wim Umboh, 1978). Penampilan Lukman dan Ajeng bersama Christine Hakim di film ini, berhasil meraih simpati dari penonton. Akting Ajeng yang alami dan  tidak dibuat-dibuat, berhasul meraih penghargaan FFI 1979 untuk pemain cilik terbaik. 

10. (alm) RYAN HIDAYAT - Anna Maria (Pemain Cilik Terbaik FFI 1980)



Siapa tak kenal sosok Ryan Hidayat? aktor yang dikenal dengan karakter Lupus ini, telah berkarir sejak usia 4 tahun, sebagai model iklan. Tahun 1979, bermian film pertama, Anna Maria' (Hasmanan, 1979) dimana memberikan nominasi untuk aktor terbaik FFI 1980, dan pemeran cilik terbaik FFI 1980. Peran-peran yang cukup serius dimainkan Ryan Hidayat cilik. Selanjutnya menjadi pemain cilik sampai film 'Satria Bergitar' (1983). Ryan juga tampil bagus di film 'Buah Hati Mama' (1980) bersama Sophan Sophiaan dan Widyawati. 

11. KIKI AMELIA - Nakalnya Anak Anak (Pemain Cilik terbaik FFI 1981)


Kiki Amalia, putri almh. Pipit Sandra ini memang sudah memiliki potensi di dunia akting. Dia membintangi sejumlah film-film di usianya masih sangat kecil. Sebut saja film-filmnya, Nakalnya Anak-anak (1980), Tangan-Tangan Mungil (1982), apalagi di film Neraca Kasih (1982), yang perannya membuat haru. Kiki Amalia, juga menelurkan album rekaman anak-anak, Evaluasi dengan hits 'Rapotku'.  

12. DANI MARSUNI - Serangan Fajar (Pemain cilik terbaik FFI 1982)


Pemain cilik, Dani Marsuni yang kala itu masih berusia 8 tahun, langsung direkrut sutradara besar Arifin C Noer bermain di film Serangan Fajar (1981). Pilihan Arifin tak salah, Dani sebagai Temon, tampil polos dan lugu namun dibalik itu ada sebuah kegetiran. Apalagi chemistry nya bersama Suparmi, yang menjadi nenek Temon, juga menjadi nilai lebih yang melengkap film ini sebagai salah satu karya terbaik Arifin C Noer. 

13. ABIZARS - Merindukan Kasih Sayang (Pemain Cilik terbaik FFI 1984)


Kehadiran Abizars di dunia film, dimulai di film yang judulnya menggunakan namanya, 'Abizars, Pahlawan Kecil' (1980). Setelah itu tampil id film drama, Merindukan Kasih sayang (1984), dimana Abizars berperans ebagai anak yang berpisah dari kedua orangtuanya. Peran yang cukup mengundang air mata ini, memberi Abizars sebuah Piala Kartini untuk pemeran cilik terbaik FFI 1984. 

14. YAN CHERRY BUDIONO - Arie Hanggara (Pemain cilik terbaik FFI 1986)



Karakter Arie Hanggara memang sangat cocok diperankan oleh Yan Cherry Budiono. Wajah Yan Cherry memang memelas, berhasil membuat penonton iba dan tak tega melihat penderitaan yang dialami Arie Hanggara. Karenanya, sangatlah wajar jika dia diganjar pemain cilik terbaik FFI 1986. 

15. FERRY OCTORA - Tragedi Bintaro (Pemain Cilik Pria terbaik FFI 1989)



Film tragedi yang memilukan ini, menampilkan aktor cilik Ferry Octora, sebagai Juned, korban selamat yang kakinya harus diamputasi karena terjepit rel. Ferry Octora berhail memerankan Juned dan meraih simpati penonton. 

16. SHEREEN REGINA DAU - Si Badung (Pemain Cilik Wanita terbaik FFI 1989)


Para pemain film Si Badung yang kebnayakan anak-anak memang memberikan nilai tersendiri bagi film anak yang inspiratif ini. Salah satu pemainnya, Shereen Regina Dau, berhasil mendapat Piala Kartini untuk pemain anak terbaik FFI 1989. Selain akting, Shereen juga berbakat di dunia tarik suara, tahun 1991, Shereen menelurkan album lagu anak, berjudul Calypso. 

17. BANYU BIRU DJAROT - Langitku Rumahku (Pemain Cilik Pria terbaik FFI 1990)


Penampilan Banyu Biru Djarot sebagai Andri, anak orang kaya, yang bersahabat dengan Gempol, diperankan Soenaryo, berhasil mereka perankan dengan baik. Chemistry antara mereka berdua patut diacungi jempol. Disutradarai oleh pamannya, Slamet Rahardjo Djarot, tentunya membuat akting banyu pun terasah, meski masih kecil. Dua penghargaan sebagai pemain anakanak terbaik diraih Banyu, yaitu Piala Kartini FFI 1990 dan pemain anak terpuji Festival Film Bandung 1991. 

18. VIONA ROSALINA - Cas Cis Cus (Pemain Cilik Wanita terbaik FFI 1990)



Alviona atau lebih dikenal Viona Rosalina, mulai tampil di publik sejak kecil. Viona cilik bermain di film-film bermutu, dari Cas Cis Cus (Putu Wijaya, 1990), Si Badung (Imam Tantowi, 1989), dan Zig Zag (Putu Wijaya, 1990). Bahkan, pada FFI 1990, Viona berhasil mencuri perhatian juri, sehingga dia meraih piala Kartini untuk pemain anak-anak terbaik, bersama Banyu Biru Djarot. Istri Eko Patrio ini kemudian dikenal publik dengan membintangi sejumlah sinetron, dan menjadi presenter televisi. 




3 komentar: