Senin, 09 Juli 2012

AJANG PENGHARGAAN FILM DI INDONESIA


1. FESTIVAL FILM INDONESIA 
(Piala Citra)





Festival Film Indonesia pertama dimulai tahun 1955. FFI diadakan sebagai bentuk perbaikan mutu kualitas perfilman serta menumbuhkan apresiasi terhadap film Indonesia dan mengevaluasi film produksi dalam negeri selama setahun. Penyelenggaraan FFI dari kurun waktu 1973 - 1992, selalu menjadi pesta rakyat yang digerlar secara meriah dan gegap gempita. Selama kurang lebih 13 tahun, FFI juga diadakan bergilir di tiap daerah di Indonesia, sebagai salah satu strategi untuk mengenalkan perfilman Indonesia dengan masyarakat Indonesia secara lebih luas. FFI dengan penghargaan yang bernama Piala Citra (atas persetujuan presiden Soeharto) merupakan penghargaan film yang paling lengkap, karena menilai segala aspek teknis film bioskop, film pendek, film dokumenter, kritik film hingga film-film non cerita. Selain Piala Citra untuk film bioskop dengan aspek-aspek teknisnya, diberikan pula piala-piala lain. 0Untuk poster terbaik, diberikan piala bernama Piala S. Toetoer, untuk lagu tema diberikan Piala Ismail Marzuki, untuk kritik film diberikan Piala Chaidir Rachman, untuk film terlaris diberikan Piala Antemas, untuk film yang diproduksi dalam negeri diberikan Piala Njoo Han Siang, dan untuk pemeran anak-anak diberikan Piala Kartini.
 FFI sempat terhenti sejak 1993, karena produksi film Indonesia yang terus merosot jumlhanya dan penurunan kualitas produksi. Alhasil, kegiatan FFI yang selama ini dianggap sebagai Academy Award versi Indonesia ini tidak bisa dilaksanakan selama 12 tahun. Di era 2000-an, perfilman kembali digairahkan dengan munculnya para sineas muda, dan membuat FFI kembali diadakan di tahun 2004. Para insan film pun menyambut dengan antusias, karena FFI tetap selalu dirindukan. Walaupun sempat mengalami masalah di tahun FFI 2006, masyarakat dan sineas tetap menganggap FFI sebagai ajang penghargaan film paling prestisius di tanah air.

2. FESTIVAL FILM BANDUNG



Festival Film Bandung lahir tahun 1987 dari niat sekelompok warga Bandung dengan berbagai latar belakang, yakni budayawan, seniman, akademisi, wartawan dan praktisi. Pada awalnya FFB didirikan bernama Festival Film Bandung, namun Menteri Penerangan pada waktu itu menyatakan bahwa satu-satunya festival film di Indonesia adalah Festival Film Indonesia (FFI), sehingga FFB tidak boleh melakukan kegiatan dengan menggunakan istilah festival, dan diimbau untuk berganti nama. Menanggapi larangan tersebut, diputuskanlah penggunaan nama Forum Film Bandung dengan singkatan tetap FFB. Dalam perkembangannya, FFB mampu bertahan dan teruji konsistensinya melakukan pengamatan serta mengumumkan film dan narafilm terpuji secara berkelanjutan tanpa satu tahun pun absen, dan tumbuh menjadi lembaga yang kredibel. Sehingga tidaklah berlebihan bila oleh banyak pihak terutama para pemangku kepentingan perfilman nasional, FFB dianggap sebagai barometer prestasi insan perfiman nasional.

3. PWI JAYA AWARD

Selain FFI, di awal 1970-an, ada penghargaan yang diberikan khusus untuk para pemeran atau aktor dan aktris dalam sebuah film. Penghargaan tersebut bernama PWI Jaya Award. Dari namanya sudah ketahuan, bahwa penghargaan ini diberikan oleh kumpulan wartawan yang bernaung di Persatuan Wartawan Indonesia. PWI Jaya Award diberikan setiap tahun, mereka menilai permainan atau akting para pemain di semua film yang beredar dalam kurun waktu 1 tahun. 

4. INDONESIAN MOVIE AWARDS



Indonesian Movie Award adalah penghargaan film yang baru diadakan tahun 2007. Ajang ini hanya memberikan penghargaan bagi aktor dan aktris saja, bukan menilai teknis film seperti FFI atau FFB. IMA juga membuat dua bidang kategori berbeda, yaitu penilaian yang diberikan oleh sekumpulan dewan juri untuk kategori terbaik, dan penilaian dari polling SMS masyarakat untuk kategori terfavorit, termasuk film terfavorit. 


*Special Mention
5. FESTIVAL SINETRON INDONESIA 
(Piala Vidia)


Pada perkembangan FFI, panitia juga memberikan penghargaan bagi karya-karya televisi. Penghargaan bagi insan televisi dinamakan Piala Vidia. Piala Vidia sering disebut sebagai 'adik' Piala Citra, penghargaan untuk film bioskop. Diselenggarakan sejka tahun 1985, Piala Vidia masih mendompleng atau diadakan berbarengan dengan FFI sampai tahun 1990. Sejak tahun 1992, Piala Vidia diberikan terpisah dengan FFI, dan diadakan dalam FSI atau Festival Sinetron Indonesia. Kelesuan industri film tanah air menyebabkan industri sinetron yang berkembang pesat. FSI menjadi ajang pengganti FFI yang prestisius, dan diadakan setiap tahun dengan meriah. Sama seperti 'kakak' nya, FSI juga lengkap, menilai seluruh aspek- teknis penggarapan sinetron, dan membagi kategori menjadi sinetron draam dan komedi, serta sinetron lepas (FTV) dan sinetron seri. Penyelenggaraan FSI terhenti di tahun 1999, karena suatu hal. Piala Vidia kembali diadakan di tahun 2004, berbarengan dengan FFI. Kembali terhenti tahun 2007 hingga 2010, dan kembali diadakan di tahun 2011. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar