Tampilkan postingan dengan label Festival Film Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival Film Bandung. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Festival Film Bandung 1988 - 2000

FFB 1988 :
* Film Terpuji                   : Cintaku di Rumah Susun
* Sutradara Terpuji           : Nyak Abbas Akup (Cintaku di Rumah Susun)
                                        Slamet Rahardjo Djarot (Kasmaran)
* Penyunting Terpuji         : Karsono Hadi (Kasmaran)
* Spesial Efek Terpuji       : El Badrun (Kelabang Seribu dan Siluman Serigala Putih)
* Aktor Terpuji                 : Didi Petet (Catatan si Boy)
* Aktris Terpuji                : Ira Wibowo (Kasmaran)
* Film Impor Terpuji         : I'm Falling in Love
                                        No Way Out
                                        Nowhere to Hide

FFB 1989 :
Film Sejarah  Terpuji     : Djakarta 66 dan Tjoet Nja' Dhien
Film Drama Terpuji       : Ayahku
Film Komedi Terpuji      : Keluarga Markum
Film Silat Terpuji           : Saur Sepuh Film Kerjasama Terpuji  : Irisan-irisan Hati
Sutradara Terpuji          : Arifin C. Noer (Djakarta 66)
Aktor Terpuji                 : Didi Petet (Gema Kampus 66)
Aktris Terpuji                : Christine Hakim (Tjoet Nja' Dhien)
Skenario Terpuji            : Arifin C. Noer & Bur Rasuanto (Djakarta 66)
Penata Kamera Terpuji  : George Kamarullah (Tjoet Nja' Dhien)
                                     Hasan Basri Djafar (Djakarta 66)
Penata Musik Terpuji     : Idris Sardi (Tjoet Nja' Dhien)
                                     Embie C. Noer (Djakarta 66)
Penata Artistik Terpuji  : Djufri Tanissan (Djakarta 66)
                                     Benny Benhardi (Tjoet Nja' Dhien)
Penyunting Terpuji        : Norman Benny (Djakarta 66)
                                     Karsono Hadi (Tjoet Nja' Dhien)
Film Impor Terpuji        : The Cry Freedom
                                     Midnight Run
                                     It's a Mad Mad World II

FFB 1990 :
* Film Terpuji                 : Pacar Ketinggalan Kereta
                                       Kipas-kipas Cari Angin
* Sutradara Terpuji         : Teguh Karya (Pacar Ketinggalan Kereta)
* Aktor Terpuji               : Rachmat Hidayat (Pacar Ketinggalan Kereta)
                                       Eeng Saptahadi (Kipas-kipas Cari Angin)
* Aktris Terpuji               : Nurul Arifin (Pacar Ketinggalan Kereta / Kipas-kipas Cari Angin)
                                       Paramitha Rusady (Si Kabayan Saba Kota)
* Skenario Terpuji           : Nyak Abbas Akup (Kipas-kipas Cari Angin)
* Penata Kamera Terpuji : Lukman Hakim Nain (Si Kabayan Saba Kota)
* Penata Artistik Terpuji : Adjie Mamat Borneo (Pacar Ketinggalan Kereta)
* Penyunting Terpuji       : Karsono Hadi (Pacar Ketinggalan Kereta)
* Film Impor Terpuji       : A Cry in The Dark (Drama)
                                      The Package (Lacak)
                                      Dirty Rotten Scoundrels (Komedi)

Festival Film Bandung 1991:
  • Film Drama                 : Taksi
  • Film Anak-anak            : Langitku Rumahku
  • Sutradara Terpuji        : Slamet Rahardjo Djarot (Langitku Rumahku)
  • Penata kamera Terpuji : Soetomo Gandasoebrata (Langitku Rumahku)
  • Penata Artistik Terpuji : Satari SK (Langitku Rumahku)
  • Aktris Terpuji              : Lenny Marlina (Oom Pasikom)                                                                                Meriam Bellina (Taksi dan Wanita) 
  • Pemeran Anak-anak Terpuji : Banyu Biru dan Soenaryo (Langitku Rumahku)
  • Penghargaan Khusus     : Nya' Abbas Akup
  • FFB memberikan penghargaan terpuji kepada 6 film impor.
Festival Film Bandung 1992 :
  • Film Terpuji              : Tidak Ada
  • Sutradara Terpuji       : Lebes Widar (Lagu Untuk Seruni)
  • Aktor Terpuji             : Rachmat Hidayat (Potret)
  • Penata Kamera Terpuji : Soetomo Gandasoebrata (Lagu Untuk Seruni)
  • Penata Suara Terpuji    : Hartanto (Lagu Untuk Seruni)
  • FFB memberikan penghargaan terpuji kepada 7 film impor.
Festival Film Bandung 1993 :
  • Film Terpuji               : Tidak Ada
  • Sutradara Terpuji        : Chaerul Umam (Ramadhan dan Ramona / Nada dan Dakwah)
  • Skenario Terpuji         : Asrul Sani (Nada dan Dakwah)
  • Aktor Terpuji              : Deddy Mizwar (Nada dan Dakwah / Kuberikan Segalanya)
  • Aktris Terpuji              : Lidya Kandou (Ramadhan dan Ramona)
  • FFB memberikan penghargaan terpuji kepada 6 film impor.
Festival Film Bandung 1994 :
  • Aktor Terpuji              : Didi Petet (Si Kabayan Mencari Jodoh)
  • Penata Kamera Terpuji : Harry Susanto (Asmara)
  • Penghargaan khusus kepada film Yang Muda Yang Bercinta (1977)
  • FFB memberikan penghargaan terpuji kepada 7 film impor.
Festival Film Bandung 1995 :
  • Dari 32 film Indonesia, FFB memutuskan tidak ada yang menjadi film terpuji.
  • Penghargaan Khusus kepada Dicky Zulkarnaen
  • Penghargaan Terpuji kepada 8 film impor.
Festival Film Bandung 1996 :
  • Dari 19 film Indonesia, FFB memutuskan tidak ada yang menjadi film terpuji.
  • Penghargaan khusus kepada H. Benyamin Sueb
  • Penghargaan terpuji kepada 8 film impor.
Festival Film Bandung 1997 :
  • Dari 26 film Indonesia (23 film seks, 2 film laga, 1 film anak), FFB memutuskan tidak ada yang menjadi film terpuji
  • Penghargaan Khusus kepada Ryan Hidayat
  • Penghargaan terpuji kepada 12 film impor
Festival Film Bandung 1998 :
  • FFB memutuskan tidak ada yang menajdi film terpuji
  • Penghargaan khusus kepada produser Ir. Chand Parwez Servia
  • Penghargaan terpuji kepada 8 film impor 
Drama Seri Terpuji : 
  • Bukan Perempuan Biasa
  • Melangkah Di Atas Awan
  • Si Doel Anak Sekolahan 3 

Drama Lepas Terpuji : Perkawinan Siti Zubaedah 
Komedi Seri Terpuji  : 
  • Fatima
  • Mat Angin
Sutradara Terpuji : Deddy Mizwar (Mat Angin)
Aktris Terpuji       :
  • Ayu Azhari (Perkawinan Siti Zubaedah)
  • Mila Karmelia (Manisnya Cinta)

Penghargaan Khusus : Tutur Tinular

Festival Film Bandung 1999:

  • FFB memutuskan tidak ada yang mendapat film terpuji
  • FFB memberikan penghargaan terpuji kepada 9 film impor.
Penghargaan Khusus kepada :
  • Garin Nugroho (Sutradara inovatif)
  • Christine Hakim (Aktris berdedikasi)
  • Nan T Achnas, Mira Lesmana, Riri Riza, Rizal Mantovani, Sutradara film Kuldesak (Sutradara Penuh Harapan)
Drama Seri Terpuji : Panggung Sandiwara
Komedi Seri Terpuji : Satu Atap Seribu Wajah
Drama Lepas Terpuji : Penari
Aktor Terpuji           : Sandy Nayoan (Bukan cinta Sesaat)
                                 Zainal Abidin Domba (Satu Atap Seribu Wajah)
Aktris Terpuji           : Meriam Bellina (Jangan Rebut Suamiku)
                                 Ranti Syafri Maharani (Panggung Sandiwara)
Sutradara Terpuji      : Nan T Achnas (Penari)
                                 Ismail Soebardjo (Satu Atap Seribu Wajah)
                                 El Manik (Panggung Sandiwara)
Skenario Terpuji        : N Riantiarno (Kupu-kupu Ungu)


Festival Film Bandung 2000:
  • FFB memberikan penghargaan terpuji kepada 10 film impor
  • Penghargaan khusus kepada Teguh Karya
Drama Seri Terpuji  : Api Cinta Antonio Blanco
Komedi Seri Terpuji : Lorong Waktu
Drama Lepas Terpuji : Kristal-kristal Retak (TVRI)
Aktor Terpuji           : Herdin Hidayat (Wajah Perempuan)

Aktris Terpuji           : Nani Somanegara (Hanya Satu Mutiara)
                                Dina Lorenza (Gerhana)
Sutradara Terpuji      : Agus H. Pattirane (Pilar-pilar Kasih)
Skenario Terpuji       : Putu Wijaya (Api Cinta Antonio Blanco)

Senin, 02 April 2012

NINIEK L. KARIM "Akting Mumpuni Sang Psikolog"





Quote 
"Semua karunia Tuhan harus dipelihara dan diasah semaksimal mungkin. Dan di dalam dunia ini tidak ada satu manusiapun yang dilahirkan tanpa memiliki arti dan guna untuk manusia lainnya"

 Profil

Niniek L Karim, yang bernama asli Sri Rocheni Susetyo Karim ini adalah aktris yang mengawali karir dari dunia teater. Niniek yang juga seorang akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini, bergabung dengan Teater Populer pimpinan Teguh Karya sejak masih mahasiswa. Niniek semula enggan bermain film, karena dia pikir dunia seni hanyalah hobi semata, karena tugas utamanya adalah sebagai pengajar di almamaternya di UI.

Prinsip Niniek itu pun luluh di tahun 1986 setelah Teguh Karya merekrutnya bermain di film Ibunda, sebagai Farida, anak tertua Ibu Rakhim (Tuti Indra Malaon). Di film debutnya ini, Niniek ternyata menampilkan akting yang begitu mumpuni. Ia pun langsung merebut Piala Citra pertama untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik pada FFI 1986 di Denpasar, mengalahkan nominee lain yang tak kalah hebatnya, seperti Ria Irawan, Rima Melati, Rina Hassim, dan Ully Artha. Niniek pun kembali mengulang kemenangan dengan prinsip 'vini vidi vici' (Lihat Datang Menang) di film keduanya, Pacar Ketinggalan Kereta, kembali disutradarai Teguh Karya, dan mendampingi Tuti Indra Malaon, ia kembali meriah Piala Citra untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.

Niniek L Karim cukup selektif dalam berperan dalam sebuah film atau film televisi. Itu bisa dilihat tidak begitu banyaknya jumlah film atau film televisi yang ia bintangi. Namun, tidak sedikit pula penghargaan yang ia terima. Bila dicermati, ia telah menerima semua penghargaan untuk insan film dan televisi di tanah air, seperti Piala Citra, Piala Vidia, Festival Film Asia Pasifik, Festival Film Bandung, Indonesian Movie Award, hingga FTV Award. Semua pencapaian yang telah ia raih, ia dedikasikan untuk dua orang yang telah berjasa bagi karirnya di teater dan film, yaitu Teguh Karya dan Tuti Indra Malaon.

Ninek L Karim adalah satu contoh sosok aktris yang cukup jarang ditemui. Ia adalah seorang akademisi dan juga seorang aktris teater dan film yang memiliki akting yang mumpuni. Ia berhasil membuktikan, bahwa menjadi seorang aktris juga dapat memiliki inteligensi yang tinggi.

Filmografi


Prestasi
  • Aktris Pembantu Terbaik Festival Film Indonesia 1986 (Ibunda)
  • Aktris Pembantu Terbaik Festival Film Indonesia 1989 (Pacar Ketinggalan Kereta)
  • Best Supporting Actress Festival Film Asia Pasifik 1990 (Pacar Ketinggalan Kereta)
  • Aktris Terbaik -Drama Lepas, Piala Vidia 1998 (Dalam Bayangan Ibu)
  • Aktris Pembantu Sinetron Terpuji Festival Film Bandung 2004 (Jasmine)
  • Pemeran Pembantu Wanita Terbaik Indonesian Movie Award 2010 (Ketika Cinta Bertasbih II)
  • Nominasi Aktris Terbaik Drama, Piala Vidia 1994 (Parmin)
  • Nominasi Aktris Pembantu, Piala Vidia 1995 (Indonesia Berbisik)
  • Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI 2009 (Ketika Cinta Bertasbih II)
  • Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FTV Awards 2011 (Wagina Bicara)
Trivia
  • Niniek L Karim adalah aktris yang memulai karir di usia 36 tahun, pada tahun 1986
  • Niniek L Karim adalah seorang pengajar Psikologi Sosial di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  • Niniek L Karim pernah mendapat sejumlah penghargaan tertinggi insan film, Piala Citra, Piala Vidia, Asia Pacific Film Festival, Festival Film Bandung,Indonesian Movie Award hingga FTV Award
  • Niniek L Karim beberapa kali menjadi dewan juri FFI, bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia

Rabu, 28 Maret 2012

70 Film Indonesia Diseleksi Jadi Nominator FFB “Festival Film Bandung” 2012

Festival Film Bandung (FFB) sedang menyeleksi sekitar 70 film Indonesia untuk dipilih menjadi nominator-nominator yang akan dipilih di ajang FFB 2012 mendatang. Pengumuman daftar nominator akan berlangsung 4 April 2012 mendatang.
Ketua FFB Eddy D Iskandar mengatakan, film-film yang diseleksi adalah film Indonesia yang diputar selama kurun waktu 2011-2012. Jumlah film Indonesia yang ditonton tim pengamat film FFB saat ini mengalami peningkatan dibanding dengan tahun lalu.
“Hal ini menjadi bukti, walaupun penonton film Indonesia sedang lesu, tapi produksi film meningkat,” ujar Eddy kepada detikbandung, Minggu (25/3/2012).
Eddy mengatakan, film yang dicari untuk menjadi nominator FFB 2012 adalah film yang menonjolkan kearifan lokal Indoneisa. Menurut Eddy, dari 70 film yang ditonton tim pengamat FFB, hanya sekitar 30 persen saja yang menonjolkan kearifan lokal dan budaya Indonesia.
“Saat ini ada beberapa nama sutradara yang bagus dan menonjolkan kearifan lokal Indonesia ada film yang ia buat. Seperti Riri Riza, Hanung Bramantyo, dan Ifa Isfansyah,” terang Eddy.
Menurutnya, sutradara-sutradara muda tersebut memiliki idealisme sendiri. “Mereka punya idealisme yang berbeda daripada yang lain. Lagi pula penonton sekarang semakin pintar memilih film yang menampilkan tema yang berbeda,” kata Eddy.
Siapakah para insan film yang masuk daftar nominasi? Pengumumannya akan berlangsung pada 4 April 2012 mendatang, sedangkan puncak penghargaan akan dilaksanakan 27 April 2012. (avi/avi)

sumber: detik.com